Kondisi banjir di Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat Karawang. (ANTARA/Darryl Ramadhan)
Warga Terdampak Banjir Karawang Diimbau Tak Galang Dana di Jalan Raya
Silvana Febiari • 26 January 2026 09:52
Karawang: Warga terdampak banjir di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, diimbau untuk tidak menggalang dana bantuan di jalan raya. Kepala Satpol PP Karawang, Basuki Rachmat, telah mengambil langkah preventif terhadap aktivitas tersebut yang mengatasnamakan bantuan korban banjir.
Langkah preventif dilakukan bersama personel gabungan TNI dan Polri melalui patroli dan pengawasan di ruang publik terhadap aktivitas penggalangan dana yang mengatasnamakan bantuan korban banjir. Larangan ini diterapkan untuk menjaga keselamatan masyarakat dan ketertiban umum.
"Semua jenis bantuan untuk warga terdampak banjir telah tersedia di Kantor BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah)," kata Basuki, dikutip dari Antara, Senin, 26 Januari 2026.
Baca Juga :
Banjir Rendam Ribuan Hektare Sawah di Karawang
Larangan ini juga bertujuan mencegah potensi kecelakaan lalu lintas, menghindari penyalahgunaan donasi, serta memberikan edukasi kepada masyarakat agar menyalurkan kepedulian melalui jalur yang aman dan resmi.
Sebagai hasil dari tindakan persuasif dan imbauan, ketua lingkungan (ketua RW) bersama Karang Taruna diarahkan dan diajak oleh petugas ke Kantor BPBD Karawang untuk mengambil distribusi logistik resmi berupa nasi bungkus dan beberapa dus air mineral. Bantuan ini juga disalurkan kepada masyarakat terdampak banjir.

Petugas Satpol PP Karawang bersama jajaran TNI menyampaikan imbauan agar warga terdampak banjir tidak melakukan penggalangan dana di jalan raya, karena membahayakan. ANTARA/HO-Pemkab Karawang
Menurut dia, penyaluran bantuan sosial kepada warga terdampak banjir harus dilakukan tepat sasaran, transparan, dan tidak disalahgunakan. "Kondisi bencana banjir tidak boleh dimanfaatkan untuk melakukan penggalangan dana yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, karena seluruh bantuan telah dikoordinasikan dan disalurkan secara resmi oleh pemerintah daerah melalui BPBD," ujar Basuki.
Selama sepekan terakhir, banjir telah melanda sejumlah wilayah di sekitar Karawang. Berdasarkan data terbaru dari BPBD Karawang, banjir menggenangi 9.752 rumah yang tersebar di 21 kecamatan.
Selain merendam rumah, banjir juga merendam sejumlah sarana pendidikan, sarana ibadah, serta fasilitas jalan. Banjir juga dilaporkan merendam ribuan hektare areal sawah. Ribuan warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman akibat 9.752 rumah yang terendam banjir.
Catatan BPBD Karawang, banjir di wilayah Karawang terjadi akibat meluapnya Sungai Citarum dan Cibeet serta sejumlah sungai di wilayah Karawang. Air sungai meluap menyusul tingginya intensitas hujan selama sepekan terakhir.