PM Spanyol Desak Tiongkok Berperan Lebih Besar Akhiri Konflik Global

Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez. (Anadolu Agency)

PM Spanyol Desak Tiongkok Berperan Lebih Besar Akhiri Konflik Global

Muhammad Reyhansyah • 13 April 2026 20:26

Beijing: Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez mendesak Tiongkok untuk memanfaatkan pengaruh globalnya dalam membantu mengakhiri konflik yang berlangsung di Timur Tengah dan Ukraina.

Dalam pidatonya di Universitas Tsinghua, Beijing, Sanchez menyatakan bahwa Tiongkok memiliki kapasitas untuk berbuat lebih dalam mendorong penghormatan terhadap hukum internasional serta mengakhiri konflik di Lebanon, Iran, Gaza, Tepi Barat, dan Ukraina.

“Tiongkok dapat berbuat lebih misalnya dengan menuntut, seperti yang sudah dilakukannya, agar hukum internasional ditegakkan dan konflik di Lebanon, Iran, Gaza, Tepi Barat, serta Ukraina diakhiri,” ujar Sanchez, dikutip dari Anadolu, Senin, 13 April 2026.

Kunjungan Sanchez ke Tiongkok yang dimulai pada Sabtu dijadwalkan berlangsung selama lima hari. Dalam agenda tersebut, ia juga diperkirakan akan bertemu Presiden Tiongkok Xi Jinping, yang menjadi pertemuan keempat sejak ia menjabat sebagai perdana menteri.

Baik Spanyol maupun Tiongkok, yang dijadwalkan akan menjadi tuan rumah kunjungan Presiden Amerika Serikat Donald Trump bulan depan, sama-sama mengecam serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran sebagai tindakan yang “tidak dapat diterima” dan “ilegal.”

Spanyol juga telah menutup wilayah udaranya bagi penerbangan jet tempur Amerika Serikat yang terlibat dalam konflik Iran, serta melarang penggunaan dua pangkalan militer di wilayahnya untuk tujuan tersebut.

“Hukum internasional adalah fondasi dari segalanya,” kata Sanchez.

Realitas Baru

Dalam kesempatan itu, ia juga menegaskan bahwa pusat kemajuan global kini tidak lagi terpusat di satu wilayah saja, melainkan berkembang secara bersamaan di berbagai belahan dunia. “Ini bukan lagi hipotesis, melainkan realitas baru,” ujarnya.

Sanchez menyatakan bahwa Spanyol memilih untuk menyesuaikan diri dengan realitas global tersebut melalui pendekatan yang realistis, pragmatis, dan bertanggung jawab.

Ia juga menyinggung hubungan antara Uni Eropa dan Tiongkok, dengan menegaskan bahwa meskipun Eropa tampak kecil secara geografis, perannya tetap signifikan dalam menjaga stabilitas dan kemakmuran global.

“Dunia tidak dapat dipahami tanpa Tiongkok,” ujarnya.

Menurut Sanchez, keberhasilan kerja sama antara Tiongkok dan Eropa di masa lalu menunjukkan bahwa kedua pihak memiliki peluang untuk kembali memperkuat hubungan di masa depan.

“Jika Tiongkok dan Eropa pernah berkembang bersama sebelumnya, tidak ada alasan hal itu tidak dapat terjadi lagi. Kita ditakdirkan untuk saling memahami,” katanya.

Kunjungan Sanchez ini berlangsung sekitar lima bulan setelah Raja Spanyol Felipe VI melakukan kunjungan kenegaraan ke Tiongkok, yang merupakan kunjungan pertama oleh monarki Spanyol dalam 18 tahun.

Hubungan ekonomi kedua negara juga terus berkembang, dengan nilai perdagangan bilateral melampaui 55 miliar dolar AS tahun lalu. Tiongkok saat ini menjadi mitra dagang terbesar Spanyol di luar Uni Eropa.

Baca juga:  Tiongkok dan Rusia Sepakat Kerja Sama Redakan Konflik Timur Tengah

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)