Penumpang kereta api. Foto: Metro TV/Aris Setya.
Diskon Tarif Transportasi Dinilai jadi Penggerak Ekonomi Rakyat
Fachri Audhia Hafiez • 28 June 2026 16:28
Jakarta: Program diskon tarif transportasi dalam paket stimulus ekonomi semester II-2026 diyakini mampu menjadi motor penggerak ekonomi rakyat. Kebijakan strategis ini dinilai menjadi instrumen penting untuk meratakan mobilitas publik sekaligus memacu pertumbuhan ekonomi nasional.
“Program ini mencerminkan upaya pemerintah menjaga konsumsi rumah tangga sebagai salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Wakil Ketua Komisi V DPR Andi Iwan Darmawan Aras dalam keterangan tertulis, Minggu, 28 Juni 2026.
Pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,54 triliun khusus untuk stimulus sektor transportasi berupa diskon tarif kereta api, kapal, dan pesawat hingga 30%. Program pemotongan harga tiket ini berlaku pada periode libur sekolah (20 Juni–5 Juli 2026) dan akan dilanjutkan saat masa libur Natal dan Tahun Baru (22 Desember 2026–4 Januari 2027).
Insentif ini bagian dari paket stimulus ekonomi atas arahan langsung Presiden Prabowo Subianto dengan total anggaran Rp26,34 triliun.
Menurut Iwan, kebijakan ini tidak sekadar merangsang daya beli masyarakat, tetapi juga menjadi instrumen memperluas akses mobilitas yang lebih terjangkau. Langkah ini krusial untuk menjaga ketahanan domestik di tengah tekanan biaya hidup.
Dia menambahkan bahwa mobilitas yang terjangkau memiliki efek domino yang luas terhadap ekosistem ekonomi lokal. Mulai dari sektor pariwisata, perdagangan daerah, hingga pelaku UMKM.

Ilustrasi - Pesawat Garuda Indonesia. Foto: Dok. Garuda Indonesia.
Iwan mengingatkan agar stimulus ini dijadikan momentum untuk mengevaluasi biaya logistik nasional secara menyeluruh agar tercipta konektivitas yang berkelanjutan, bukan sekadar efisiensi sementara. Apalagi, kelas menengah yang menjadi motor konsumsi domestik saat ini tengah menghadapi tekanan berat dari kenaikan biaya pendidikan, kesehatan, hingga cicilan rumah tangga.
“Ketika masyarakat tetap memiliki dana untuk melakukan perjalanan, berwisata, atau mengunjungi keluarga di daerah lain, maka aktivitas ekonomi di berbagai sektor ikut bergerak,” kata Iwan.
Dia turut mengingatkan seluruh operator moda transportasi publik untuk tidak menurunkan kualitas pelayanan demi mengejar kuantitas penumpang selama masa diskon berlaku. “Perhatikan juga unsur keamanan dan kenyamanan pelayanan transportasi demi menjaga keselamatan masyarakat yang bepergian,” ujar Iwan.