Ilustrasi radikalisme. Foto: Dok/Medcom.id
Pembinaan Pancasila Lindungi Anak Jepara dari Paparan Ekstremisme
Rhobi Shani • 9 January 2026 19:19
Jepara: Pemerintah Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, memperkuat pembinaan ideologi Pancasila bagi siswa dan santri sebagai upaya melindungi anak-anak dan remaja dari paparan paham ekstrem. Langkah ini ditempuh melalui pendekatan edukatif yang menyasar lingkungan sekolah hingga pondok pesantren.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa, Politik, dan Perlindungan Masyarakat (Bakesbangpol) Jepara, Ony Sulistijawan, mengatakan pembinaan ideologi Pancasila menjadi salah satu langkah pencegahan yang terus digencarkan pemerintah daerah. Program tersebut ditujukan untuk menanamkan nilai kebangsaan dan memperkuat ketahanan ideologi generasi muda.
"Kami bekerja sama dengan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila untuk menjalankan program pembinaan kepada siswa dan santri di Jepara," kata Ony, Jumat, 9 Januari 2026.
Seperti diberitakan sebelumnya, seorang anak berusia 14 tahun asal Jepara diduga terpapar ideologi kekerasan ekstrem. Anak tersebut sempat menunjukkan niat untuk melakukan kekerasan di lingkungan sekolah. Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri kemudian melakukan pembinaan terhadap anak tersebut. Paparan ideologi kekerasan ekstrem diketahui terjadi melalui aplikasi WhatsApp.
Terkait hal itu, Ony menegaskan bahwa anak tersebut bukan merupakan pengelola atau admin grup, melainkan hanya anggota biasa.
"Kasus ini memang hampir berbarengan dengan kasus SMA 7 Jakarta. Latar belakangnya juga hampir sama," jelas Ony.

Ilustrasi radikalisme. Foto: Dok/Medcom.id
Bupati Jepara, Witiarso Utomo, menyampaikan pendekatan yang dilakukan terhadap anak tersebut bersifat pembinaan dan perlindungan, bukan penindakan hukum.
"Siswa yang dari Jepara tidak ditangkap melainkan dibina supaya mengurangi pengaruh terhadap paham radikalisme. Yang ditangkap untuk diproses adalah admin grub penyebar paham radikalisme," ungkap Witiarso.
Pemerintah Kabupaten Jepara menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat pembinaan ideologi Pancasila sebagai bagian dari upaya menjaga generasi muda agar tumbuh dalam lingkungan yang aman, inklusif, dan berlandaskan nilai-nilai kebangsaan. Pendekatan edukatif dan kolaboratif dinilai menjadi kunci dalam mencegah anak-anak dan remaja terpapar paham kekerasan ekstrem.