Lahan sawah kekeringan di Aceh. (MI/AMIRUDDIN ABDULLAH REUBEE)
1.206 Hektare Sawah di Aceh Besar Kekeringan Akibat Kemarau
Silvana Febiari • 29 July 2026 21:08
Aceh Besar: Musim kemarau yang melanda Kabupaten Aceh Besar mengakibatkan 1.206 hektare sawah kekeringan. Sawah kekeringan itu terdiri atas kategori berat 80 hektare, sedang 774,89 hektare, dan ringan 352 hektare.
"Informasi yang kami himpun dari seluruh petugas di kecamatan ada seribuan hektare sawah terdampak kekeringan dengan kategori ringan, sedang dan berat," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Besar Imam Munandar, dilansir dari Antara, Rabu, 29 Juli 2026.
Berdasarkan data Dinas Pertanian Aceh Besar, luas lahan sawah irigasi di daerah tersebut mencapai 14.138 hektare. Sedangkan luas lahan sawah tadah hujan mencapai 8.053 hektare.
Baca Juga :
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Besar bersama Forkopimda bergerak cepat mengantisipasi dampak kekeringan lahan pertanian akibat kemarau yang melanda wilayah tersebut.
"Pemkab Aceh Besar mengambil langkah-langkah strategis demi mencari solusi dalam menanggulangi musibah kekeringan," kata Bupati Aceh Besar Muharram Idris.
Pemkab Aceh Besar bersama Forkopimda siap memberikan solusi bagi masyarakat yang terdampak kekeringan lahan dan kesulitan mendapatkan air bersih.
Sejumlah petani di Kemasjidan Lampanah, Kecamatan Indrapuri, menggunakan pompa air untuk mengairi persawahan. Langkah tersebut dilakukan karena curah hujan menurun drastis saat musim kemarau.
Bukari (60), petani Kemasjidan Lampanah, mengatakan areal persawahan di wilayah tersebut meliputi lima desa atau gampong merupakan areal sawah tadah hujan.
"Petani di tempat ini menggunakan pompa air untuk mengairi areal persawahan untuk mengatasi kekeringan saat curah hujan rendah seperti sekarang itu," katanya.
Bukari menyebutkan pompa air difungsikan karena letak areal persawahan juga lebih tinggi dari saluran. Air dari Waduk Keuliling tidak dapat mencapai sawah petani.
"Airnya disedot menggunakan pompa berasal dari Waduk Keliling yang tidak jauh dari tempat ini. Kalau curah hujan tinggi, kami tidak menggunakan pompa karena air hujan cukup mengairi sawah," ujarnya.

Petani menyalakan mesin pompa air mengairi areal persawahan di Aceh Besar. ANTARA/M Haris SA
Areal persawahan yang mencapai ratusan hektare tersebut bisa dua kali tanam padi dalam setahun. Saat kemarau, masing-masing pemilik lahan mengairi sawah menggunakan pompa dan pipa distribusi sendiri-sendiri.
Menurut dia, penggunaan pompa air saat musim kemarau telah dilakukan petani selama bertahun-tahun. Padahal, lokasi persawahan tersebut berada tidak jauh dari Waduk Keuliling.
"Saya sudah menghabiskan dua drum atau sekitar 400 liter bahan bakar minyak sejak sebulan terakhir. Mesin pompa menyala 24 jam sehari, jika tidak, air tidak mencukupi. Jarak pompa ke sawah mencapai satu kilometer dengan luas lahan lebih satu hektare," ungkap Bukari.