1.348 Hektare Sawah Kekeringan, Petani Subang Panen Dini

Petani terpaksa memanen dini tanam padi yang sudah mulai kuning dan akan mati karena kekurangan air. MI

1.348 Hektare Sawah Kekeringan, Petani Subang Panen Dini

Reza Sunarya • 28 July 2026 18:02

Subang: Bencana kekeringan akibat musim kemarau yang berkepanjangan mulai menghantam para petani di Kampung Ciistal, Desa Cimayasari, Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Subang. Minimnya pasokan air memaksa mereka mengambil keputusan pahit dengan memanen padi sebelum waktunya demi menekan kerugian yang lebih besar.

Situasi ini semakin rumit karena lahan pertanian di kawasan tersebut tergolong sawah tadah hujan. Para petani sama sekali tidak memiliki saluran irigasi dan hanya mengandalkan air hujan sebagai satu-satunya sumber pengairan.

Suhada, petani setempat, menyampaikan pilihan memanen dini terpaksa diambil lantaran kondisi tanaman padi yang sudah mengering parah dan terancam mati total.

"Padi yang sudah kekeringan dan terancam mati karena tidak ada pasokan air, terpaksa dipanen, untuk mengurangi jumlah kerugian yang lebih besar," kata Suhada, Selasa, 28 Juli 2026.

Suhada juga menuturkan lahan pertanian di wilayahnya tidak memiliki akses irigasi pendukung. Meskipun usulan pembangunan saluran air telah diajukan berulang kali sejak dulu, hingga kini belum ada respons atau perhatian dari Pemerintah Kabupaten Subang.
 


"Sawah tadah hujan ini mah, enggak ada saluran (air). Jadi cuma mengandalkan air hujan. sudah usul minta dibuatkan saluran irigasi tapi belum ada tanggapan," ungkapnya.

Panen dini ini dipastikan berdampak besar terhadap merosotnya hasil produksi dan pendapatan para petani. Suhada mengakui penurunan hasil yang dialaminya sangat jauh dibandingkan musim tanam normal.

"Kalau ada air (normal) bisa dapat 2 ton atau 3 ton. Untuk saat ini jauh hasilnya mengalami rugi," kata Suhada.


Ilustrasi musim kemarau. Foto: Pexels.


Kondisi ini menjadi pukulan telak bagi petani tadah hujan di Cipeundeuy yang selama ini berharap adanya perhatian serius dan solusi jangka panjang terkait pengelolaan sumber daya air serta pembangunan infrastruktur pengairan di wilayah mereka.

Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Subang, sedikitnya 45 desa di 15 kecamatan terdampak bencana kekeringan, dengan total luas lahan persawahan yang mengalami krisis air mencapai 1.348 hektare.

Pemerintah daerah diharapkan segera bergerak cepat merespons keluhan petani mengingat ancaman gagal panen yang dapat mengganggu ketahanan pangan lokal.

(Whisnu M)