Wakapolres Morowali Kompol I Nyoman Raka Arya Wiyasa. ANTARA/HO-Humas Polres Morowali
Polisi Kantongi Identitas Pelaku Penganiayaan Maut Pria Tertuduh Pencuri Motor di Morowali
Whisnu Mardiansyah • 28 July 2026 21:22
Morowali: Satuan Reserse Kriminal Polres Morowali Tengah memburu sekelompok pelaku penganiayaan yang menyebabkan seorang pria tewas di Desa Bahomakmur, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah. Peristiwa nahas itu terjadi pada Sabtu, 25 Juli 2026.
Wakapolres Morowali, Kompol I Nyoman Raka Arya Wiyasa, menyampaikan penyidik telah mengantongi ciri-ciri dan identitas para pelaku yang jumlahnya lebih dari satu orang. Sejumlah barang bukti juga telah disita dari lokasi kejadian untuk mendukung proses penyidikan.
"Berdasarkan hasil pemeriksaan saksi-saksi, penyidik telah mengantongi identitas terduga pelaku yang jumlahnya lebih dari satu orang. Untuk sementara telah diamankan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian," kata I Nyoman Raka Arya Wiyasa di Morowali, seperti dilansir Antara, Selasa, 28 Juli 2026.
Ia menjelaskan, tim penyidik telah menjalankan serangkaian prosedur penyelidikan, mulai dari olah tempat kejadian perkara (TKP), penerimaan laporan polisi, pengamanan rekaman CCTV di sekitar lokasi, pengumpulan barang bukti, hingga pemeriksaan terhadap tujuh orang saksi yang dianggap mengetahui kejadian tersebut.
Dari hasil penyelidikan sementara, terungkap korban diduga menjadi sasaran pemukulan menggunakan kepalan tangan dari para pelaku. Sebelumnya, seorang pria berinisial S, 33, asal Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, meregang nyawa setelah dihakimi massa. Korban dituduh mencuri sepeda motor di Desa Bahomakmur pada Sabtu malam sekitar pukul 23.05 Wita.
Peristiwa itu terekam dalam video amatir yang menyebar luas di media sosial. Dalam rekaman tersebut, korban terlihat terpojok di area kasir sebuah toko ritel modern sebelum digeret keluar oleh gerombolan warga. Setelah menjalani penggeledahan, korban kemudian menjadi sasaran pukulan dari beberapa orang di lokasi.
.jpeg)
Ilustrasi aksi pengeroyokan. Dokumentasi/ Antara.
Korban sempat dilarikan ke Klinik PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) untuk mendapatkan pertolongan pertama, kemudian dirujuk ke RSUD Bungku karena luka yang dideritanya cukup serius. Namun, upaya medis tidak mampu menyelamatkan nyawanya.
Wakapolres mengingatkan masyarakat agar tidak bertindak main hakim sendiri dan menyerahkan setiap dugaan tindak pidana kepada aparat penegak hukum untuk diproses sesuai aturan yang berlaku.
"Apabila terjadi tindak pidana agar menyerahkan kepada pihak berwajib untuk diproses lebih lanjut sesuai ketentuan hukum yang berlaku," ujarnya.