Bersih-bersih sampah di kolong Tol Sungai Bambu. Foto: Metro TV/Yurike
650 Personel Gabungan Bersih-Bersih Sampah di Kolong Tol Sungai Bambu
Yurike • 19 February 2026 19:18
Jakarta: Polda Metro Jaya bersama personel gabungan dari TNI-Polri dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan bersih-bersih tumpukan sampah di kolong tol Sungai Bambu, Jakarta Utara. Sebanyak 650 personel gabungan dari Satgas Asri Bang Jasri (Bhayangkara Jakarta Asri) diterjunkan dalam kegiatan ini.
"Hari ini kita hadir bersama-sama gabungan dari TNI, Polri, Pemprov DKI, hadir langsung Bapak Kapolda, Wakapolda, dan Bapak Wali Kota termasuk unsur dari TNI hadir dari Kotamadya, Jakarta Utara," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, Kamis sore, 19 Februari 2026 di Sungai Bambu, Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Gerakan nasional ini dilakukan atas perintah langsung dari Presiden RI Prabowo Subianto dan juga ditindaklanjuti Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk mendukung program pemerintah menjadikan kota yang bersih, sehat, aman dan indah.
Sebelum di wilayah Sungai Bambu ini, polisi bersama petugas gabungan juga sudah melakukan giat yang serupa di Danau Cincin, Papanggo, beberapa hari yang lalu. Selain dua lokasi ini, aksi bersih-bersih sampah juga dilakukan seretak di 13 wilayah Polres dalam wilayah hukum Polda Metro Jaya.
"Ini merupakan suatu gerakan yang bukan hanya dilakukan oleh satu wilayah, tetapi oleh seluruh wilayah. Artinya, Polda Metro Jaya ada 13 wilayah Polres, termasuk wilayah Bekasi, Depok, Tangerang, dan Bandara.
?
"Ini menggerakkan suatu gerakan social movement untuk mengedukasi, mengajak masyarakat untuk sama-sama turun ke lapangan, memberikan implementasi yang jelas," kata Budi.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto. Foto: Metro TV/Yurike
Sementara, untuk pemilihan lokasi bersih-bersih sampah ini, sejumlah poin menjadi pertimbangan petugas untuk melaksanakan giat. Di antaranya melihat adanya urgensi dari suatu wilayah tersebut seperti penyebab banjir di kawasan yang dimaksud.
"Apabila sampah itu tidak digerakkan oleh manusia untuk kita mengangkat, akan dapat berakibat satu penumpukan sampah. Kedua, membawa dampak bibit penyakit dan ketiga, dapat menghambat drainase selokan termasuk kali, sehingga mungkin ini berdampak juga terhadap adanya banjir, terhadap rob yang ada di wilayah DKI," kata Budi.