Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf. (Anadolu Agency)
Iran Sebut Timur Tengah Tak Akan Damai Selama Masih Ada Pangkalan AS
Willy Haryono • 8 March 2026 10:46
Teheran: Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa Timur Tengah tidak akan pernah menikmati perdamaian selama pangkalan militer Amerika Serikat masih berada di kawasan tersebut.
Dalam pernyataan yang disampaikan melalui platform X pada Sabtu kemarin, Ghalibaf mengatakan kebijakan pertahanan Iran tetap konsisten mengikuti pedoman para pemimpin revolusi negara itu.
“Kebijakan pertahanan Republik Islam Iran konsisten, berdasarkan pedoman Imam kami yang telah gugur sebagai syahid. Selama keberadaan pangkalan AS di kawasan ini berlanjut, negara-negara tersebut tidak akan menikmati perdamaian,” tulisnya, dikutip dari Antara, Minggu, 8 Februari 2026.
Pernyataan tersebut muncul di tengah eskalasi konflik regional yang semakin meningkat antara Iran dengan aliansi Amerika Serikat dan Israel.
Respons atas Operasi Militer
Iran sebelumnya meluncurkan serangan terhadap wilayah Israel serta sejumlah target militer Amerika Serikat di Timur Tengah. Serangan tersebut disebut sebagai respons atas operasi militer gabungan yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari.Di hari pertama operasi tersebut, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dilaporkan tewas dalam serangan udara. Selain itu, sebuah sekolah perempuan di wilayah selatan Iran juga dilaporkan menjadi sasaran serangan.
Pemerintah Iran memperkirakan jumlah korban tewas akibat konflik yang berlangsung sejak akhir Februari itu telah melampaui 1.200 orang.
Ketegangan di kawasan Timur Tengah terus meningkat seiring serangan balasan antara Iran, Israel, serta target-target yang terkait dengan Amerika Serikat di negara-negara Teluk.
Sabtu kemarin, Presiden Iran Masoud Pezeshkian meminta maaf atas serangan Iran ke negara-negara Teluk. Ia berjanji akan menghentikan serangan, kecuali jika negara Teluk tersebut menyerang terlebih dahulu.
Baca juga: Arab Saudi Ancam Serangan Balasan Jika Iran Terus Serang Wilayahnya