Juru bicara PBB Stephane Dujarric. (Anadolu Agency)
Israel dan Hizbullah Saling Serang, PBB Peringatkan Eskalasi di Lebanon
Willy Haryono • 3 March 2026 07:01
New York: Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan kekhawatiran atas meningkatnya aktivitas militer di Lebanon di tengah perang antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel.
Dikutip dari Antara, Selasa, 3 Maret 2026, juru bicara PBB Stephane Dujarric mengatakan ketegangan di sepanjang Garis Biru, yang memisahkan Lebanon dan Israel, terus meningkat.
“Di Lebanon, di mana kami memiliki kehadiran politik dan pasukan penjaga perdamaian, ketegangan juga meningkat. Kami sangat prihatin atas baku tembak di sepanjang Garis Biru. Situasi di lapangan berkembang dengan cepat, dan kami memantau perkembangan tersebut secara saksama,” kata Dujarric kepada awak media.
Pernyataan tersebut muncul setelah Hizbullah menyatakan solidaritas penuh terhadap Iran dan melancarkan sejumlah serangan ke wilayah Israel. Tel Aviv kemudian membalas dengan menargetkan lokasi militer Hizbullah di Lebanon.
Dujarric mengatakan PBB mengetahui adanya penembakan yang diklaim dilakukan Hizbullah serta serangan Israel terhadap sejumlah wilayah Lebanon.
Ia menegaskan bahwa pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon, UNIFIL, tetap berada di posisi mereka meskipun situasi penuh tantangan.
Konflik ini bermula setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran, yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dan sejumlah pejabat senior Iran.
Iran kemudian membalas dengan meluncurkan serangan ke Israel dan pangkalan militer AS di kawasan.
Eskalasi di Lebanon menunjukkan potensi meluasnya konflik ke berbagai front di Timur Tengah, meningkatkan risiko instabilitas regional yang lebih luas.
Baca juga: 31 Warga Lebanon Tewas Akibat Serangan Udara Israel