31 Warga Lebanon Tewas Akibat Serangan Udara Israel

Ibu Kota Lebanon, Beirut yang diserang Israel. Foto: Guardian

31 Warga Lebanon Tewas Akibat Serangan Udara Israel

Fajar Nugraha • 2 March 2026 15:51

Beirut: Setidaknya 31 orang tewas sejauh ini di Lebanon akibat serangan udara Israel. Hal ini dipastikan oleh Kementerian Kesehatan Lebanon.

Israel telah melakukan serangan di sekitar ibu kota Beirut dan di selatan negara itu sebagai tanggapan atas serangan roket Hizbullah pada Senin 2 Maret 2026 pagi waktu setempat.

“Militer Israel membombardir kota-kota di Lebanon selatan dengan drone dan serangan udara,” menurut penduduk dan media lokal, seperti dikutip dari The New York Times.

Video yang diunggah di media sosial menunjukkan jalanan yang macet karena warga sipil mengungsi ke utara menuju Beirut atau pegunungan. Manajemen bencana Lebanon mengatakan telah membuka lebih dari 40 sekolah sebagai tempat penampungan. Lebih dari 3.000 pengungsi telah terdaftar sejauh ini dan jumlahnya terus bertambah.

Presiden Joseph Aoun dari Lebanon mengutuk peluncuran roket dari wilayah Lebanon, menulis dalam sebuah unggahan di X bahwa hal itu merusak upaya pemerintah Lebanon untuk "menjauhkan Lebanon dari konfrontasi militer berbahaya yang terjadi di wilayah tersebut."

“Menggunakan Lebanon sebagai landasan perang yang tidak ada hubungannya dengan kita akan kembali membahayakan tanah air kita,” tulisnya, menambahkan bahwa negara itu “masih berupaya menyembuhkan luka” dari puncak eskalasi terakhir antara Hizbullah dan Israel pada tahun 2024.

Eyal Zamir, kepala staf militer Israel mengatakan bahwa warga Israel harus “bersiap untuk pertempuran yang berkepanjangan” setelah Israel melancarkan serangan terhadap Hizbullah semalam. Serangan Israel berskala besar di Lebanon menyusul serangan roket dari milisi yang didukung Iran ke wilayah Israel.

Israel mulai menyerang Hizbullah di Lebanon pada Senin pagi, menghancurkan gencatan senjata rapuh yang telah berlangsung selama sekitar satu tahun dan mengancam untuk menggoyahkan kawasan tersebut, karena Amerika Serikat dan Israel meningkatkan serangan terhadap Iran.

Hizbullah menegaskan bertanggung jawab atas serangan tersebut dan mengatakan bahwa mereka bertindak untuk membalas kematian Ayatollah Ali Khamenei. Pemimpin tertinggi Iran tewas pada hari Sabtu dalam operasi militer gabungan AS, meninggal akibat serangan rudal Israel berdasarkan intelijen AS.

Pada hari kedua serangan udara dan pemboman intensif terhadap Iran, Amerika Serikat dan Israel menghantam lebih dari 2.000 target, sementara Iran meluncurkan ratusan rudal dan drone terhadap Israel dan negara-negara Teluk Persia.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)