Pemimpin Parlemen Hizbullah Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel

Kepala Parlemen Hizbullah, Mohammad Raad. Foto: Al-Arabiya

Pemimpin Parlemen Hizbullah Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel

Riza Aslam Khaeron • 2 March 2026 12:50

Beirut: Mohammad Raad, Kepala Blok Parlemen Hizbullah, dilaporkan tewas dalam serangan udara masif yang dilancarkan militer Israel di pinggiran selatan Beirut pada Senin, 2 Maret 2026.

Kabar mengenai tewasnya tokoh senior tersebut dilaporkan saluran media Arab Saudi Al-Arabiya dan Al-Hadath pada Senin pagi waktu setempat. Melansr Al-Arabiya, sedikitnya 10 orang turut menjadi korban jiwa dalam rangkaian ledakan di wilayah padat penduduk di pinggiran selatan ibu kota Lebanon tersebut.

Gempuran ini merupakan bagian dari gelombang serangan balasan setelah Hizbullah meluncurkan rangkaian roket dan drone yang menyasar wilayah Haifa dan beberapa titik di Israel.

Pihak militer Israel (IDF) dalam pernyataan resminya menegaskan bahwa operasi udara ini merupakan respons langsung terhadap peluncuran proyektil oleh Hizbullah.

"Sebagai tanggapan atas peluncuran proyektil oleh Hizbullah ke arah negara Israel, pasukan militer telah mulai menyerang target-target milik organisasi teror Hizbullah di seluruh wilayah Lebanon," tegas militer Israel dalam keterangan resminya.

Hizbullah sendiri telah mengeklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut, yang mereka sebut sebagai pembalasan atas terbunuhnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) melalui kanal Telegram resminya menyatakan bahwa Hizbullah telah melancarkan enam roket yang menyasar Haifa.

Selain itu, IRGC memberikan peringatan keras bahwa konflik ini akan meluas ke sekutu mereka yang lain. 
 

Baca Juga:
PM Lebanon Sebut Serangan Hizbullah ke Israel Tidak Bertanggung Jawab

"Yaman juga akan memasuki pertempuran dalam beberapa jam ke depan," tulis pernyataan IRGC, merujuk pada keterlibatan kelompok Houthi.

Serangan udara Israel yang meluas hingga ke wilayah selatan Lebanon telah memicu eksodus besar-besaran. Ribuan warga diinstruksikan untuk segera meninggalkan kediaman mereka melalui peringatan evakuasi mendadak.

Dilaporkan terjadi kemacetan lalu lintas yang parah di kota Sidon saat warga berbondong-bondong mengungsi ke arah utara dengan membawa barang seadanya.

Di tengah situasi yang kian tak terkendali, Presiden Lebanon, Joseph Aoun, mengeluarkan pernyataan yang mengkritik keras eskalasi militer dari wilayahnya. Ia menilai tindakan tersebut dapat merusak upaya kedaulatan negara.

"Peluncuran roket dari wilayah Lebanon pada dini hari tadi telah merusak seluruh upaya dan langkah-langkah yang telah diambil oleh negara Lebanon untuk menjaga agar Lebanon tetap jauh dari konfrontasi militer berbahaya yang sedang terjadi di kawasan ini," ujar Presiden Aoun dalam pernyataan resminya.

Menanggapi krisis keamanan ini, Kementerian Pendidikan Lebanon telah menginstruksikan penutupan seluruh sekolah dan lembaga pendidikan di seluruh negeri hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Arga Sumantri)