Rudal Rusia Hantam Apartemen dan Pembangkit Listrik Kyiv, Dua Orang Tewas

Perang Rusia-Ukraina telah meletus sejak Februari 2022. (Anadolu Agency)

Rudal Rusia Hantam Apartemen dan Pembangkit Listrik Kyiv, Dua Orang Tewas

Willy Haryono • 14 October 2026 13:04

Kyiv: Serangan rudal balistik Rusia menghantam sebuah gedung apartemen bertingkat tinggi dan pembangkit listrik termal di Kyiv, Ukraina, pada Selasa, 13 Oktober 2026, yang menewaskan setidaknya dua orang. 

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menuding Moskow mengabaikan pengumuman gencatan senjata energi yang disampaikan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Mengutip India Today, Zelensky mengklaim serangan tersebut merupakan serangan kedua yang menghantam ibu kota Ukraina dalam 24 jam terakhir.

Ia menyebut Kyiv tidak menerima peringatan dini dari mitra-mitra Baratnya. Ia juga memperingatkan bahwa intelijen Ukraina mengindikasikan Rusia tengah mempersiapkan serangan rudal balistik lanjutan.

“Fakta menunjukkan bahwa Rusia tidak menganggap dirinya terikat untuk mematuhi apa yang disampaikan Presiden Amerika Serikat,” kata Zelensky dalam unggahan di Telegram, merujuk pada pengumuman Trump mengenai gencatan senjata di sektor energi pada akhir pekan.

“Dan tentu saja tidak adil jika mereka menghancurkan infrastruktur energi kami, sementara Ukraina bahkan tidak menerima peringatan terkait peluncuran rudal balistik,” tambahnya.

Sementara itu, Wali Kota Kyiv Vitali Klitschko menyebut dua orang tewas dan 21 lainnya terluka setelah sebuah rudal menghantam gedung apartemen sembilan lantai. Sebanyak 16 korban luka dirawat di rumah sakit, empat di antaranya dalam kondisi serius.

Zelenskyy mengatakan infrastruktur energi menjadi sasaran utama serangan terbaru tersebut, khususnya Pembangkit Listrik Termal Nomor 4.

“Sekali lagi, tidak ada peringatan dini dari mitra-mitra kami. Sasaran utamanya adalah infrastruktur energi, khususnya Pembangkit Listrik Termal Nomor 4,” katanya.

Sebelumnya, Presiden Ukraina itu juga mengatakan Kyiv tidak menerima peringatan dari mitra-mitra Barat sebelum serangan semalam yang lebih awal menghantam ibu kota. (Razaqa Hariz)

Baca juga: Putin Siap Hentikan Serangan di Hari Pemungutan Suara jika Ukraina Gelar Pemilu

(Willy Haryono)