Putin Siap Hentikan Serangan di Hari Pemungutan Suara jika Ukraina Gelar Pemilu

Presiden Rusia Vladimir Putin. (Anadolu Agency)

Putin Siap Hentikan Serangan di Hari Pemungutan Suara jika Ukraina Gelar Pemilu

Willy Haryono • 12 October 2026 20:02

Moskow: Presiden Rusia Vladimir Putin siap menghentikan serangan terhadap Ukraina di hari pemungutan suara jika Kyiv “benar-benar ingin menggelar pemilu," kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov pada Senin, 12 Oktober 2026.

Pernyataan Peskov disampaikan sehari setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan Kyiv siap menggelar pemilu jika Rusia menyetujui gencatan senjata selama 60 hari.

Berbicara dalam sebuah pengarahan, Peskov mengeklaim Ukraina membutuhkan gencatan senjata selama 60 hari bukan untuk menyelenggarakan pemilu, melainkan “untuk berkumpul kembali, memulihkan kekuatan, dan melanjutkan perang.”

“Pada kenyataannya, Kyiv tidak memiliki keinginan untuk menggelar pemilu. Itu sangat jelas,” kata Peskov, seperti dikutip dari Anadolu Agency.

Ia juga mengatakan Rusia menginginkan perdamaian jangka panjang di Ukraina dan siap melakukan apa yang diperlukan untuk mencapainya.

“Kremlin, dan Presiden Putin, serta para pejabat di tingkat lainnya, telah berulang kali menyatakan: kami tidak menginginkan gencatan senjata; kami menginginkan perdamaian jangka panjang, dan kami siap melakukan segala yang mungkin untuk mencapainya,” ujar Peskov.

Ketika ditanya mengenai gencatan senjata terkait infrastruktur energi antara Rusia dan Ukraina yang diumumkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Minggu, Peskov mengatakan komunikasi masih berlangsung.

“Saya baru saja berbicara mengenai topik ini. Begitu kami memiliki sesuatu untuk disampaikan kepada Anda, kami akan memberi tahu,” katanya.

Peskov juga menuding negara-negara Eropa menghambat penyelesaian damai perang Rusia-Ukraina. Ia menggambarkan upaya yang dilakukan AS sebagai sesuatu yang “jauh lebih menarik."

“Negara-negara Eropa jelas bukan bagian dari ‘kelompok perdamaian’ yang mengupayakan penyelesaian damai di Ukraina. Eropa lebih merupakan ‘kelompok perang’,” kata Peskov.

Baca juga: Zelensky Sebut Siap Lakukan Pemilu Jika Rusia Sepakat Gencatan Senjata 60 hari

(Willy Haryono)