47 Keluarga Palestina Diminta Tinggalkan Rumah di Tepi Barat usai Blokade Israel

Pasukan Israel dalam operasi darat di Tepi Barat. (Anadolu Agency)

47 Keluarga Palestina Diminta Tinggalkan Rumah di Tepi Barat usai Blokade Israel

Willy Haryono • 11 October 2026 15:04

Tubas: Otoritas Israel meminta 47 keluarga Palestina di wilayah pendudukan Tepi Barat bagian utara untuk meninggalkan rumah mereka paling lambat Minggu malam, 11 Oktober 2026, setelah wilayah tersebut diblokade Tel Aviv selama 27 hari.

Kepala kelompok hak Palestina Al-Baydar, Hassan Mleihat, mengatakan kepada Anadolu bahwa puluhan keluarga tersebut kini menghadapi ketidakpastian setelah penutupan akses jalan selama berminggu-minggu oleh Israel telah mengisolasi komunitas Ras al-Ahmar di sebelah tenggara Tubas.

Menurut Mleihat, ultimatum tersebut semakin meningkatkan kekhawatiran warga mengenai kemampuan mereka untuk tetap tinggal di tanah mereka dan mempertahankan mata pencaharian.

Mleihat menyerukan intervensi segera dari kelompok hak asasi manusia, organisasi kemanusiaan, dan lembaga internasional untuk melindungi warga serta properti mereka dan mengakhiri blokade.

Pasukan Israel pada September menutup jalur terakhir yang menghubungkan Ras al-Ahmar dengan wilayah sekitarnya. Sebelumnya, sejumlah jalan tanah lain yang mengarah ke komunitas tersebut juga telah diblokir.

Warga Ras al-Ahmar, Thaer Bisharat, mengatakan kepada Anadolu bahwa pembatasan terhadap komunitas tersebut semakin meningkat selama tiga tahun terakhir.

Menurut dia, situasi mencapai titik kritis ketika pasukan Israel menggali parit melintasi satu-satunya jalur akses yang masih tersisa menuju komunitas tersebut.

Bisharat mengatakan langkah tersebut secara efektif membuat komunitas Ras al-Ahmar dikelilingi parit, tembok, dan zona militer.

Menurut Komisi Kolonisasi dan Perlawanan Tembok Palestina, pasukan Israel telah melakukan lebih dari 14.742 serangan di Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, sejak Oktober 2023. Serangan tersebut menewaskan 66 warga Palestina.

Baca juga: Tentara Israel Tembak Jurnalis Foto dengan Peluru Karet di Tepi Barat

(Willy Haryono)