Menteri PU Pastikan Irigasi Wanam Siap Dukung Panen Perdana November 2026

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau Kawasan Sentra Swasembada Pangan, Energi, dan Air Nasional (KSPEAN) di Wanam, Kabupaten Merauke, Papua Selatan,. (Dok: Kementerian PU)

Menteri PU Pastikan Irigasi Wanam Siap Dukung Panen Perdana November 2026

Lukman Diah Sari • 9 October 2026 20:06

Merauke: Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau Kawasan Sentra Swasembada Pangan, Energi, dan Air Nasional (KSPEAN) di Wanam, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, Kamis, 8 Oktober 2026. Dalam kunjungan tersebut, Menteri Dody memastikan kesiapan infrastruktur sumber daya air untuk mendukung pengembangan lahan pertanian hingga panen perdana pada November 2026.

Menurut Dody, ketersediaan air menjadi kunci pengembangan pertanian di Wanam. Dengan begitu, infrastruktur irigasi harus mampu menjamin pasokan air secara cukup dan berkelanjutan.

“Di saat musim kemarau ternyata di sini air mengalir. Kita harus memastikan air tawar ini tersedia dalam kondisi apa pun,” kata Menteri Dody.

Kementerian PU menyiapkan sejumlah infrastruktur sumber daya air, meliputi jaringan irigasi rawa, saluran primer dan sekunder, serta infrastruktur pengendalian banjir. Infrastruktur tersebut dirancang untuk memastikan pasokan air tersedia secara cukup dan berkelanjutan bagi lahan pertanian.

“Kalau kita bicara sawah, porsi PU sebenarnya soal air. Kita siapkan irigasi primer, irigasi sekunder. Dari awal memang kita desain supaya airnya tersedia, kemudian pertanian yang mengembangkan lahannya,” ujar Dody.

Hingga 1 Oktober 2026, telah dilakukan penanaman padi pada demplot area KM 21 sekitar 40 Ha untuk tahap pertama, dan ditargetkan dapat dipanen pada awal atau pertengahan November 2026. Secara keseluruhan, pembangunan jaringan saluran pada KSPEAN Kabupaten Merauke memiliki target 180 kilometer dan hingga 1 Oktober 2026 telah terealisasi 133 kilometer.

Menteri Dody mengatakan dukungan infrastruktur air tersebut menjadi dasar untuk pengembangan pertanian secara bertahap. Untuk tahap pertama, sekitar 40 hektare lahan telah ditanami dan ditargetkan memasuki panen perdana pada awal atau  pertengahan November 2026.

“Paling lambat pertengahan November sudah bisa panen. Ini kita trial dulu, setelah itu tahap berikutnya tinggal menunggu arahan Kementerian Pertanian untuk memperluas penanamannya,” jelas dia. 

Menurut Dody, pembangunan Wanam merupakan bagian dari upaya membuka lumbung pangan baru untuk memperkuat ketahanan pangan nasional. Di tengah kondisi global yang penuh ketidakpastian, Indonesia perlu memiliki cadangan pangan dan sumber produksi yang berkelanjutan.

“Visi Presiden Prabowo adalah kita wajib memiliki cadangan pangan. Kondisi global dengan berbagai ketidakpastian membuat kita harus mengejar keberlanjutan. Karena itu, kawasan seperti Wanam ini harus kita siapkan,” ungkap Dody.

KSPEAN di Wanam, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, (Dok: Kementerian PU)

Pengembangan KSPEAN Wanam dilakukan secara bertahap dan terintegrasi dengan infrastruktur pendukung lainnya. Pemerintah memprioritaskan tahapan awal agar pembangunan dapat memberikan hasil nyata sebelum kawasan dikembangkan lebih luas.

Pada tahap awal, pemerintah memprioritaskan pengembangan 10.000 hektare sebagai bagian dari program Quick Win. Pengembangan selanjutnya akan diintegrasikan dengan industri pangan, pelabuhan, bandara, serta infrastruktur pendukung lainnya.

Kementerian PU juga memastikan pembangunan kawasan Wanam memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar melalui pelibatan tenaga kerja lokal. Dengan dukungan irigasi dan infrastruktur sumber daya air yang terus diperkuat, panen perdana di Wanam menjadi tahap awal pengembangan lumbung pangan baru sekaligus bagian dari upaya memperkuat swasembada pangan nasional.

(Lukman Diah Sari)