Kementerian PU Optimalkan 10 Ribu Sumur Bor Cegah Gagal Panen

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memperkuat upaya antisipasi di sejumlah wilayah yang rawan kekeringan melalui 10.789 sumur bor dengan kapasitas lebih dari 114 ribu meter kubik per detik. Foto: ANTARA/HO - Kementerian PU.

Kementerian PU Optimalkan 10 Ribu Sumur Bor Cegah Gagal Panen

Fachri Audhia Hafiez • 28 July 2026 14:43

Jakarta: Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memperkuat upaya antisipasi kekeringan di sejumlah wilayah rawan melalui pembuatan 10.789 sumur bor. Langkah ini dilakukan untuk menjaga ketersediaan air dengan kapasitas pasokan mencapai lebih dari 114 ribu meter kubik per detik, khususnya pada lahan pertanian.

“Kementerian PU terus berkomitmen membangun dan menyelesaikan infrastruktur pengelolaan air, seperti bendungan, bendung, embung, hingga waduk di berbagai daerah,” kata Menteri PU Dody Hanggodo dilansir dari Antara, Selasa, 28 Juli 2026.
 


Dody menambahkan, kehadiran infrastruktur ini sangat penting untuk mendukung ketersediaan air irigasi pertanian. Termasuk untuk menjaga produktivitas lahan serta memastikan pasokan pangan tetap terjaga meskipun menghadapi tantangan musim kemarau atau perubahan iklim.  

Kementerian PU juga mengoptimalkan berbagai infrastruktur air seperti bendungan, bendung, embung, hingga waduk untuk menghadapi puncak musim kemarau panjang atau El Nino. Langkah strategis lainnya mencakup optimalisasi pola operasi bendungan dan jaringan irigasi agar distribusi air tetap efisien.

Guna memperkuat kesiapsiagaan di daerah terdampak, Kementerian PU menyiagakan ratusan peralatan pendukung. Peralatan tersebut terdiri dari 125 unit mobile pump, 921 pompa alkon, hingga 49 mesin bor.


Menteri PU Dody Hanggodo. Foto: Dok. Metro TV.

Selain penyediaan infrastruktur, Kementerian PU menginventarisasi wilayah rawan kekeringan dan memberikan edukasi langkah adaptasi kepada masyarakat. Salah satunya melalui penerapan teknologi Irigasi Padi Hemat Air (IPHA) yang dinilai efektif menghemat penggunaan air di sektor pertanian.

Percepatan pembangunan infrastruktur air seperti jaringan irigasi, Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT), dan sumur bor terus digenjot. Upaya ini untuk memperkuat ketahanan air nasional dalam jangka panjang.

Saat ini, 240 bendungan dengan total kapasitas tampung 7,89 miliar meter kubik telah disiagakan. Pasokan air tersebut juga ditopang oleh 601 situ dan danau dengan volume tampungan mencapai 135,59 miliar meter kubik, serta lebih dari 1.000 tampungan air baku di berbagai wilayah.

(Fachri Audhia Hafiez)