Ilustrasi. Foto: Dok MI
Dolar AS Bergerak Terbatas Jelang Pemilihan Paruh Waktu AS
Eko Nordiansyah • 2 November 2026 09:01
Singapura: Dolar AS dan mata uang utama lainnya cenderung stagnan pada Senin, 2 November 2026, seiring dengan beralihnya perhatian investor ke pemilihan paruh waktu AS minggu ini, yang dapat mengubah keseimbangan kekuasaan di Kongres serta kendali atas anggaran federal.
Di sektor mata uang kripto, bitcoin dan ether masih mengalami tekanan setelah insiden peretasan senilai rekor USD6,3 miliar pekan lalu di Binance, bursa kripto terbesar di dunia.
Dilansir dari Investing, para pedagang bersiap menghadapi minggu yang padat, yang didominasi oleh pemilihan paruh waktu AS, data ketenagakerjaan AS Oktober, serta keputusan suku bunga dari bank sentral Inggris, Australia, Norwegia, dan Swedia.
Menjelang rangkaian peristiwa tersebut, euro melemah di dekat level terendah dalam 17 bulan di angka USD1,1159 pada awal perdagangan Asia. Penurunan ini dipicu oleh revisi prospek Prancis oleh Fitch dari "stabil" menjadi "negatif" setelah penutupan pasar Jumat.
Poundsterling tidak banyak berubah di level USD1,3387, sementara dolar stabil di angka 101,94 terhadap sekeranjang mata uang lainnya.
.jpg)
(Ilustrasi. Foto: Freepik)
Masyarakat Amerika akan memberikan suara pada Selasa untuk menentukan apakah Partai Demokrat dapat merebut kendali Kongres dari Partai Republik, partai pendukung Presiden AS Donald Trump. Partai Demokrat diprediksi kuat akan memenangkan kursi di DPR, namun hasil untuk Senat masih belum dapat dipastikan.
"Tantangan yang kita hadapi dalam menganalisis hasil pemilihan umum adalah bahwa jajak pendapat menunjukkan sentimen anti-petahana yang kuat, namun hal tersebut tidak selalu tercermin dalam hasil pemilihan yang sebenarnya, seperti yang telah kita lihat di Brasil dan kini di Israel," ujar kepala riset global sekaligus kepala strategi di Standard Chartered Eric Robertsen.
Jika Partai Demokrat berhasil menguasai Kongres, Robertsen mengatakan bahwa rencana belanja modal (capex) untuk pusat data dan infrastruktur kecerdasan buatan (AI) mungkin akan menghadapi hambatan yang lebih besar di tingkat negara bagian. Selain itu, perdebatan mendatang mengenai kenaikan plafon utang AS diperkirakan akan menjadi salah satu perdebatan paling sengit dalam sejarah terkini.
Sementara itu, Andreja Cobeljic, kepala perdagangan derivatif di AMINA Bank, mengungkapkan dana lindung nilai (hedge fund) telah mengalami "kerugian signifikan" pada Oktober, sehingga pasar kini memiliki "kapasitas terbatas" untuk menyerap kejutan apa pun dari pemilihan umum paruh waktu (midterm elections).
Mata uang lain bervariasi
Di mata uang lain, yen melemah 0,15 persen menjadi 157,78 per dolar. Dolar Australia cenderung stagnan di angka USD0,7033 menjelang keputusan kebijakan pada Selasa, dengan Reserve Bank of Australia diperkirakan secara luas akan menaikkan suku bunga acuan ke level tertinggi dalam hampir dua dekade, yakni 4,85 persen.Dolar Selandia Baru turun 0,11 persen menjadi USD0,5625, setelah sempat melemah 1,2 persen pada pekan lalu menyusul keputusan tak terduga dari bank sentral negara tersebut untuk mempertahankan suku bunga tidak berubah.
Di sisi lain, bitcoin naik 0,22 persen menjadi USD77.975,62, setelah sempat jatuh ke level terendah dalam enam minggu pada hari Jumat. Ether naik 0,27 persen menjadi USD2.268,42, setelah sempat merosot ke titik terendah dalam dua bulan pada pekan lalu.
Nasabah Binance menarik dana sebesar USD3,64 miliar, atau 2,1 persen dari aset bursa tersebut, saat platform itu kembali beroperasi pada hari Minggu. Sebelumnya, pada pekan lalu, peretas yang menurut FBI terkait dengan Korea Utara telah mencuri aset senilai miliaran dolar dari platform tersebut.
Binance menyatakan aktivitas penarikan dana mulai stabil setelah sempat melonjak, sementara volume setoran tetap "signifikan". Pihak bursa juga menyebutkan mereka kini telah menutupi 95 persen dari total USD6,3 miliar aset yang dicuri.
"Industri kripto telah menghabiskan satu dekade untuk membuat blockchain aman secara matematis. Namun, industri ini masih beroperasi dengan asumsi bahwa laptop milik karyawan dapat dipercaya. Asumsi itulah yang kini menjadi titik terlemah dalam keuangan digital," ujar Chief Technology Officer di perusahaan pialang global EXANTE Richard Forss.