Ketua DPR Puan Maharani menyampaikan pidato pada Rapat Paripurna Khusus HUT ke-81 DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto
Sumpah Pemuda, Ketua DPR Ingin Anak Muda Didengar dan Diberi Ruang
Achmad Zulfikar Fazli • 28 October 2026 17:05
Jakarta: Ketua DPR Puan Maharani mengatakan anak muda harus lebih banyak didengar dan diberi ruang untuk bisa membawa kemajuan bagi bangsa. Anak muda perlu diberikan kesempatan menjelaskan persoalan sekaligus mengajukan gagasan, termasuk memberikan kebebasan berpendapat dalam wadah demokrasi.
Hal ini disampaikan Puan dalam momentum memperingati Hari Sumpah Pemuda 2026. Menurut Puan, mendengar pemuda berarti memberi tempat bagi pengalaman dan pemikiran mereka dalam menentukan arah Indonesia.
"Kita perlu membangun hubungan yang memungkinkan mereka bertanya, menyampaikan kritik, menawarkan solusi, dan mengetahui tindak lanjutnya,” kata Puan di Jakarta, dilansir dari Antara, Rabu, 28 Oktober 2026.
Dia mengingatkan anak muda Indonesia untuk tidak melupakan nilai-nilai kemanusiaan dan kebangsaan mengingat generasi muda menghadapi berbagai tantangan kompleks akibat arus disrupsi teknologi, perubahan sosial, dan tekanan ekonomi yang bergerak sangat cepat.
“Berbagai tantangan yang ada ini harus menjadi sebuah motivasi bagi generasi muda Indonesia, bukan hambatan untuk maju,” kata Puan.
Dia menilai tema Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98, ini mengajak generasi muda menghubungkan kecintaan kepada bangsa dengan ketekunan berkarya dan kepedulian kepada sesama. Sama seperti pada 28 Oktober 1928, di mana para pemuda menyatukan tekad melampaui perbedaan asal, suku, dan golongan.
"Hari ini, semangat itu kita lanjutkan dengan bekerja bersama, menghargai perbedaan, dan membuka kesempatan bagi semua generasi muda untuk maju,” kata Puan.
.jpg)
Ilustrasi. Freepik.
Dia juga menyampaikan penghargaan kepada anak muda yang berkontribusi melalui pendidikan, pekerjaan, usaha, kegiatan sosial, olahraga, maupun pengembangan ilmu pengetahuan. Menurut dia, setiap kontribusi pemuda memiliki arti bagi kehidupan masyarakat, termasuk pengabdian yang tumbuh di desa dan wilayah yang jauh dari pusat perhatian.
“Di antara mereka terdapat anak muda yang belajar sambil bekerja, merintis usaha dengan sumber daya terbatas, serta membantu menopang kehidupan keluarga,” kata Puan.
Dia berkomitmen memimpin DPR sesuai fungsinya memperjuangkan kebijakan yang memperluas kesempatan bagi generasi muda. Dia mengatakan semangat Sumpah Pemuda menjadi pengingat bahwa persatuan semakin kuat ketika setiap anak bangsa merasa mempunyai tempat dan kesempatan untuk berkontribusi.
"Teruslah belajar, berkarya, dan menjaga kepedulian kepada sesama. Indonesia membutuhkan kemampuan generasi muda, dan kemajuan Indonesia perlu membuka masa depan yang semakin baik bagi setiap anak muda,” kata Puan.