Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat menyalurkan air bersih di Kecamatan Mande yang masih dilanda kekeringan, Senin, 19 Oktober 2026. ANTARA/Ahmad Fikri
Kemarau Panjang, 12 Kecamatan di Cianjur Ajukan Bantuan Air Bersih
Silvana Febiari • 19 October 2026 22:07
Cianjur: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mencatat 12 kecamatan masih membutuhkan bantuan air bersih. Permintaan tersebut diajukan akibat kemarau panjang yang masih melanda wilayah tersebut.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Cianjur Samudra Wira Purnama mengatakan belasan kecamatan yang masih mengajukan seperti Cianjur, Haurwangi, Mande, Karantengah, Cibeber, Cikalongkulon, Sukaluyu, Campaka, Sukanagara, dan Cibinong serta sejumlah kecamatan di wilayah selatan.
“Permintaan air bersih setiap harinya terus meningkat karena kemarau panjang masih terjadi, terlebih dari wilayah selatan yang belum turun hujan sama sekali, sehingga kami lakukan kordinasi dengan berbagai pihak," kata Samudra, dilansir dari Antara, Senin, 19 Oktober 2026.
Pihaknya berkoordinasi dengan Perumdam Cianjur, Polres Cianjur, Dinas PUTR, PMI, dan relawan untuk memastikan distribusi air bersih berjalan setiap hari. Sekitar 30 ribu liter air bersih disalurkan setiap hari ke wilayah terdampak kekeringan.
Meski dampak kekeringan sudah tidak merata, namun di belasan kecamatan terdapat empat sampai enam desa yang warganya masih kesulitan mendapatkan air bersih. Wilayah yang dapat dijangkau langsung dikirim tangki air bersih.
Pendistribusian belum dapat dilakukan secara maksimal terutama di wilayah selatan karena keterbatasan armada dan jarak tempuh yang cukup sulit. Hingga saat ini, pihaknya hanya mengoperasikan satu unit mobil tangki pinjam pakai dari BPBD Jabar.
Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, pihaknya berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk mengatur jadwal pendistribusian air bersih. Seluruh permintaan dalam satu hari dapat terlayani terutama di wilayah timur Cianjur.
"Kami berkolaborasi setiap harinya mengatur jadwal tangki yang diturunkan dapat memenuhi permintaan di sejumlah wilayah terutama timur Cianjur, sedangkan untuk wilayah selatan kami masih kesulitan armada," ungkapnya.
.jpg)
Ilustrasi: Musim kemarau panjang masih dirasakan petani di wilayah selatan Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. ANTARA/Ahmad Fikri.
Terkait kekeringan yang berdampak terhadap lahan pertanian yang banyak dilaporkan ke BPBD Cianjur, pihaknya melakukan koordinasi dengan Dinas Pertanian dan Dinas Pekerjaan Umum (PU) bidang pengairan untuk melakukan penanganan.
"Ini menjadi perhatian karena kekeringan tidak hanya mengganggu pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat, tetapi berpotensi menghambat aktivitas pertanian, kami berkoordinasi dengan pihak terkait dalam penyaluran bantuan air bersih," ujarnya.