Harga Emas Menguat karena Komentar Suku Bunga Fed Kurang Hawkish

Harga emas dunia. Foto: Unsplash.

Harga Emas Menguat karena Komentar Suku Bunga Fed Kurang Hawkish

Husen Miftahudin • 2 May 2024 09:36

Chicago: Harga emas menguat karena investor merasa nyaman dengan sinyal Federal Reserve. Mereka masih akan menurunkan biaya pinjaman setelah mendapatkan cukup keyakinan kenaikan harga akan mereda.
 
Mengutip Yahoo Finance, Kamis, 2 Mei 2024, emas batangan naik 1,3 persen menjadi USD2,314.99 per ons di New York. Begitu pula dengan harga perak yang juga mengalami kenaikan.
 
Diketahui, para pejabat The Fed dengan suara bulat memutuskan untuk mempertahankan kisaran target suku bunga acuan federal fund sebesar 5,25 persen hingga 5,5 persen, menyusul serangkaian data yang menunjukkan masih adanya tekanan harga dalam perekonomian Amerika Serikat (AS).
 
The Fed mencatat kurangnya kemajuan lebih lanjut dalam inflasi, namun tetap menggunakan istilah yang mengacu pada penurunan suku bunga di masa depan, menunjukkan bias pelonggaran tetap ada, jelas pernyataan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC).
 
"Kami telah menyatakan bahwa kami tidak memperkirakan akan tepat untuk mengurangi kisaran target suku bunga dana federal sampai kami mendapatkan keyakinan yang lebih besar dimana inflasi bergerak secara berkelanjutan menuju dua persen," jelas Ketua Fed Jerome Powell.
 
"Kemungkinan kecil kebijakan suku bunga berikutnya akan berupa kenaikan," ungkap Fed kembali menekankan.
 

Baca juga: Fed Tahan Suku Bunga
 

Pangkas portofolio obligasi

 
Imbal hasil Treasury terdorong lebih rendah karena The Fed setuju untuk memperlambat pengurangan portofolio obligasinya, sementara pedagang swap meningkatkan taruhan mereka pada pelonggaran kebijakan di 2024. Emas batangan naik sebanyak 1,8 persen sebelum mengurangi sebagian kenaikannya.
 
"Tidak ada pembicaraan yang tersirat dalam Komite tersebut. Hal ini meyakinkan pedagang emas dimana penurunan suku bunga mungkin terjadi,” kata Bart Melek, kepala strategi komoditas global di TD Securities.
 
Investor juga mencari keamanan pada emas batangan sebagai lindung nilai terhadap inflasi yang masih tinggi, menurut Melek.
 
Suku bunga yang lebih rendah biasanya berdampak positif bagi emas karena tidak memberikan bunga.
 
Emas telah naik sekitar 12 persen tahun ini, mencapai rekor tertingginya pada bulan lalu, meskipun batas waktu pemotongan suku bunga The Fed diundur.
 
Kenaikan logam mulia selama dua bulan terakhir dikaitkan dengan pembelian bank sentral, kuatnya permintaan dari pasar Asia, terutama Tiongkok, dan meningkatnya ketegangan geopolitik dari Ukraina hingga Timur Tengah.
 
Sementara harga paladium sempat turun di bawah platinum untuk pertama kalinya sejak Februari, karena harga premium logam mulia yang telah lama ada terkikis oleh prospek pesimistis terhadap permintaan mobil bertenaga bensin. Platinum naik sebanyak 2,3 persen.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Husen Miftahudin)