Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (Dirjen KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan terpilih Satyawan Pudyatmoko mengucapkan sumpah jabatan saat dilantik di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta Pusat, Selasa (2/5/2023). Fot
Profil Satyawan Pudyatmoko, Dirjen KSDAE yang Dikabarkan Jadi Kepala BPGMN
Angel Rinella • 13 October 2026 17:47
Jakarta: Satyawan Pudyatmoko dikabarkan bakal calon Kepala Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN). Kabar tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Dudung Abdurachman di Kompleks Istana Negara, Jakarta, Senin, 12 Oktober 2026.
Dudung berharap kepala BPGMN dapat dilantik pada pekan berikutnya seiring persiapan pembentukan badan tersebut. Sementara itu, Satyawan saat ini menjabat sebagai Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) di Kementerian Kehutanan.
BPGMN disiapkan untuk memperkuat pengelolaan ekosistem gambut dan mangrove, termasuk mendukung upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pembentukan badan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat pengelolaan kedua ekosistem tersebut.
Satyawan memiliki latar belakang pendidikan kehutanan dan pengalaman panjang di bidang akademik serta konservasi. Ia pernah menduduki sejumlah jabatan di Universitas Gadjah Mada (UGM), mulai dari posisi di laboratorium dan jurusan hingga menjadi dekan Fakultas Kehutanan.

Prof Satyawan Pudyatmoko, S.Hut., M.Sc. Foto: Dok. Universitas Gadjah Mada
Profil Satyawan Pudyatmoko
Latar belakang pendidikan dan penelitian menjadi bagian penting dalam perjalanan Prof Satyawan Pudyatmoko, S.Hut., M.Sc. Pria kelahiran Boyolali, 9 Agustus 1971, ini menempuh pendidikan sarjana di Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) dan lulus pada 1995, sebelum bergabung sebagai staf pengajar di kampus tersebut pada tahun yang sama.
Satyawan kemudian melanjutkan studi magister kehutanan tropika di Georg-August-Universität Göttingen, Jerman. Ia lulus pada 2001 dengan tesis yang membahas ekologi burung-burung raja udang di Taman Nasional Baluran, Jawa Timur.
Pendidikan Satyawan berlanjut hingga jenjang doktor di universitas yang sama dan selesai pada 2005. Disertasinya membahas ekologi banteng di Taman Nasional Baluran, yang memperdalam kajiannya mengenai satwa liar dan habitatnya.
Rangkaian pendidikan dan penelitian tersebut memperkuat keahlian Satyawan di bidang kehutanan, ekologi, dan konservasi satwa liar. Keahlian ini sejalan dengan kiprahnya di dunia akademik dan pengelolaan sumber daya alam.
Perjalanan Karier Calon Kepala BPGMN
Karier Satyawan di UGM berkembang melalui sejumlah jabatan struktural. Ia pernah menjadi Kepala Laboratorium Satwa Liar, Ketua Jurusan Konservasi Sumber Daya Hutan, serta Wakil Dekan yang menangani penelitian, kerja sama, alumni, dan kemahasiswaan.
Ia kemudian dipercaya menjabat sebagai Dekan Fakultas Kehutanan UGM. Selain itu, Satyawan pernah ditugaskan Rektor UGM untuk memimpin Kelompok Kerja Gambut UGM.
Di bidang keilmuan, Satyawan aktif mengikuti seminar konservasi satwa liar sebagai pembicara maupun peserta. Ia juga tercatat sebagai anggota International Union of Forest Research Organizations (IUFRO) dan Wild Cattle Specialist Group dari International Union for Conservation of Nature (IUCN), serta aktif dalam Göttingen Alumni Forestry Network (GAFORN).
Di tingkat nasional, Satyawan dipercaya menjadi Ketua Umum Asosiasi Ahli Perubahan Iklim dan Kehutanan Indonesia (APIK Indonesia), yang menghimpun lebih dari 300 ilmuwan dari berbagai wilayah di Indonesia. Saat ini, ia menjabat sebagai Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem di Kementerian Kehutanan.
Dudung mengatakan pemerintah tengah mempersiapkan pembentukan BPGMN. Ia berharap kepala badan tersebut dapat dilantik pada pekan berikutnya.
"Dan kemudian yang kedua memang betul nanti akan ada Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional ya. Tadi saya lihat sudah ada, mudah-mudahan minggu depan bisa dilantik," kata Dudung di Kompleks Istana Negara, Jakarta, Senin, 12 Oktober 2026.
Saat ditanya mengenai calon kepala badan tersebut, Dudung menyebut nama Satyawan. Ia juga membenarkan bahwa Satyawan berasal dari Kementerian Kehutanan.
"Tadi kalau ndak salah ya Profesor Satyawan kalau nggak salah itu dari Kementerian Kehutanan," ujarnya.
Hingga keterangan tersebut disampaikan, Satyawan masih disebut sebagai calon Kepala BPGMN. Penetapan dan pelantikan resminya belum diumumkan dalam informasi yang tersedia.