Hari Museum Nasional Diperingati 12 Oktober, Simak Sejarah dan Tujuan Peringatannya

Museum Nasional Indonesia. Foto: dok MI

Hari Museum Nasional Diperingati 12 Oktober, Simak Sejarah dan Tujuan Peringatannya

Angel Rinella • 12 October 2026 11:16

Jakarta: Hari Museum Nasional diperingati setiap 12 Oktober sebagai bagian dari upaya mengenalkan museum kepada masyarakat. Peringatan ini juga menjadi kesempatan untuk meningkatkan perhatian terhadap keberadaan museum di tengah perkembangan zaman.

Museum menyimpan berbagai koleksi yang berkaitan dengan sejarah, seni, dan kebudayaan. Keberadaannya dapat menjadi sarana bagi masyarakat untuk mengenal kekayaan budaya Indonesia.

Di tengah perubahan zaman, museum perlu terus menarik minat masyarakat agar tidak hanya dikenal sebagai tempat menyimpan benda bersejarah. Kegiatan edukasi dan penyajian koleksi yang menarik dapat membantu mendekatkan museum dengan pengunjung dari berbagai kalangan.

Lalu, bagaimana sejarah Hari Museum Nasional dan apa tujuan dibalik peringatannya? Simak penjelasannya.

Pengunjung melihat salah satu koleksi di Museum Nasional, Jakarta. Metrotvnews.com/Alvi

Sejarah Hari Museum Nasional

Mengutip laman resmi Museum Nasional Indonesia, Hari Museum Nasional berawal dari penyelenggaraan Musyawarah Museum se-Indonesia (MMI) pertama di Yogyakarta pada 12–14 Oktober 1962. Pertemuan ini diikuti 40 peserta yang terdiri dari pimpinan museum, tokoh permuseuman, pemerhati, dan pencinta museum.

Musyawarah tersebut menjadi forum untuk membahas perkembangan museum sekaligus memperkuat kerjasama antar museum di Indonesia. Tanggal pelaksanaan pertemuan itu kemudian menjadi salah satu usulan dalam penetapan Hari Museum Nasional.

Pembahasan mengenai tanggal peringatan dimulai pada April 2015 melalui diskusi di Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman, Jakarta. Pembahasan berlanjut dalam Musyawarah Museum se-Indonesia di Malang pada 26–28 Mei 2015.

Dalam pertemuan itu, sejumlah tokoh mengajukan tanggal berbeda sebagai Hari Museum Nasional. Dosen arkeologi Universitas Indonesia, Prof. Agus Aris Munandar, mengusulkan 9 Maret, merujuk pada perubahan nama Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen menjadi Lembaga Kebudayaan Indonesia.

Sementara itu, penulis arkeologi Djulianto Susantio mengusulkan 5 Maret, bertepatan dengan hari kelahiran Moh Amir Sutaarga yang dikenal sebagai Bapak Museum Indonesia. Pemerhati budaya Nunus Supardi mengajukan 12 Oktober, sesuai tanggal pelaksanaan Musyawarah Museum se-Indonesia pertama pada 1962.

Penetapan tanggal dilakukan melalui pemungutan suara dalam musyawarah tersebut. Mayoritas peserta memilih 12 Oktober sehingga tanggal itu ditetapkan sebagai Hari Museum Nasional, sedangkan Hari Museum Internasional diperingati setiap 18 Mei.

Apa Tujuan Peringatan Hari Museum Nasional?

Peringatan Hari Museum Nasional menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan minat masyarakat berkunjung ke museum. Kegiatan ini juga mengajak masyarakat mengenal sejarah dan budaya Indonesia melalui berbagai koleksi yang tersimpan di museum.

Museum menyimpan beragam peninggalan, mulai dari benda arkeologi, naskah kuno, hingga karya seni yang merekam perjalanan sejarah bangsa. Koleksi tersebut dapat menjadi sumber pengetahuan bagi pengunjung untuk mengenal kehidupan masyarakat dan perkembangan budaya dari masa ke masa.

Agar semakin menarik, pengelola museum perlu meningkatkan layanan dan menghadirkan kegiatan yang melibatkan pengunjung. Pemanfaatan teknologi digital dan penyajian informasi yang mudah dipahami juga dapat membantu generasi muda mengenal koleksi museum.

Melalui peringatan setiap 12 Oktober, masyarakat diharapkan semakin peduli terhadap pelestarian peninggalan sejarah dan budaya. Upaya ini membutuhkan dukungan berbagai pihak agar koleksi museum tetap terjaga dan dapat dipelajari oleh generasi mendatang.

(Putri Purnama Sari)