Jenderal AS: Korut Perkuat Pengalaman Logistik Militer di Perang Rusia-Ukraina

AS menyebut keterlibatan Korea Utara dalam perang Ukraina meningkatkan pengalaman logistik dan pengerahan militernya. (Anadolu Agency)

Jenderal AS: Korut Perkuat Pengalaman Logistik Militer di Perang Rusia-Ukraina

Muhammad Reyhansyah • 14 October 2026 14:14

Washington: Korea Utara memperoleh pengalaman berharga dalam pengerahan pasukan jarak jauh dan logistik militer melalui keterlibatannya dalam perang Rusia melawan Ukraina, ujar Komandan Pasukan Amerika Serikat di Korea, Jenderal Xavier Brunson.

Pernyataan tersebut disampaikan Brunson dalam diskusi yang diselenggarakan Center for Strategic and International Studies (CSIS) di Washington, Selasa, 13 Oktober 2026.

Menurut laporan Yonhap News Agency, Brunson mengatakan dukungan Korea Utara terhadap Moskow telah memberikan pengalaman operasional yang sebelumnya belum dimiliki pasukannya.

“Mereka telah belajar bagaimana bergerak dari Korea Utara ke Rusia, serta memindahkan personel, senjata, dan peralatan ke sana,” kata Brunson, dikutip dari Anadolu.

Ia menjelaskan, pasukan Korea Utara memperoleh pengalaman dalam membangun rantai pasokan, memindahkan personel dan peralatan dalam jarak jauh, serta memobilisasi sumber daya militer. Pengalaman tersebut dinilai memperluas kemampuan mereka, tidak hanya dalam taktik di medan perang.

Brunson memperingatkan bahwa kemampuan Pyongyang menerapkan pengalaman dari perang ke dalam operasi militernya dapat mempersulit upaya pencegahan militer yang dilakukan Washington dan Seoul.

Brunson juga mengatakan Rusia telah memberikan sejumlah peralatan militer kepada Korea Utara sebagai imbalan atas dukungan Pyongyang dalam perang Ukraina.

Peralatan tersebut mencakup perangkat pengacau perang elektronik (electronic warfare jammers), yang disebut Brunson sebagai bagian dari dukungan militer Moskow kepada Korea Utara.

Pernyataan itu menyoroti kerja sama kedua negara yang tidak hanya melibatkan pengerahan pasukan, tetapi juga pertukaran dukungan dan peralatan militer.

Kemitraan militer Rusia dan Korea Utara menguat setelah pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dan Presiden Rusia Vladimir Putin menandatangani perjanjian pertahanan bersama pada Juni 2024.

Pada Juli, Korea Selatan memantau laporan mengenai kemungkinan pengerahan tambahan pasukan Korea Utara ke Rusia. Jepang juga mengecam peningkatan kerja sama militer antara Moskow dan Pyongyang.

Kendali Operasional AS-Korea Selatan
Dalam diskusi tersebut, Brunson turut menegaskan dukungannya terhadap rencana pengalihan kendali operasional masa perang dari Amerika Serikat kepada Korea Selatan.

Namun, ia menekankan bahwa proses tersebut harus dilakukan berdasarkan pemenuhan sejumlah persyaratan dan tidak boleh dilanjutkan sebelum kebutuhan militer penting terpenuhi.

Brunson juga mengusulkan perluasan kerja sama dengan industri pertahanan Korea Selatan untuk membangun kemampuan pemeliharaan dan perbaikan peralatan militer AS di kawasan.

Usulan tersebut dimaksudkan untuk memperkuat dukungan pemeliharaan peralatan militer Amerika Serikat melalui kemampuan industri pertahanan Korea Selatan.

Baca juga: Trump Buka Peluang Bertemu Kim Jong-un saat Kunjungan ke Asia Bulan Depan

(Willy Haryono)