PLTS Atap 416 kWp Beroperasi, Simak Potensi Energinya

RS Mardi Rahayu pasang PLTS Atap 416 kWp. Foto: dok Solar Radiance.

PLTS Atap 416 kWp Beroperasi, Simak Potensi Energinya

Ade Hapsari Lestarini • 2 October 2026 18:29

Kudus: RS Mardi Rahayu meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap berkapasitas 416 kWp sebagai bagian dari upaya meningkatkan efisiensi energi dan mendukung operasional rumah sakit yang lebih berkelanjutan.

PLTS tersebut dikembangkan melalui kerja sama dengan PT Mitra Solar Radians (Solar Radiance) dengan skema kerja sama selama 25 tahun.

Berdasarkan proyeksi, PLTS Atap tersebut dapat menghasilkan sekitar 584,40 MWh listrik per tahun dan menghindari emisi sekitar 521 ton CO2 per tahun. Selama 25 tahun masa kerja sama, pengurangan emisi diproyeksikan mencapai sekitar 12.077 ton CO2.

Sebagai rumah sakit yang beroperasi selama 24 jam, kebutuhan energi menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung keberlangsungan pelayanan kesehatan. Direktur Utama RS Mardi Rahayu Pujianto mengatakan pemanfaatan PLTS menjadi salah satu langkah rumah sakit dalam meningkatkan efisiensi energi sekaligus mendukung upaya menuju green hospital.

"Sebagai rumah sakit yang beroperasi 24 jam, kebutuhan energi kami cukup besar. Karena itu, kami ingin meningkatkan efisiensi energi sekaligus berkontribusi terhadap lingkungan. PLTS menjadi salah satu langkah nyata kami menuju rumah sakit yang lebih efisien dan berkelanjutan," ujar Pujianto, dalam keterangan tertulis, Jumat, 2 Oktober 2026.

Selain PLTS, RS Mardi Rahayu juga melakukan sejumlah upaya efisiensi dan keberlanjutan, antara lain penggunaan lampu LED, pemanfaatan air daur ulang untuk flushing, serta penyediaan EV charging station.


RS Mardi Rahayu pasang PLTS Atap 416 kWp. Foto: dok Solar Radiance.
 

 

Proyek PLTS


Pengembangan PLTS Atap melibatkan Solar Radiance sejak tahap perencanaan, instalasi hingga commissioning. Pelaksanaan proyek juga dikoordinasikan dengan kebutuhan teknis dan operasional rumah sakit yang berlangsung selama 24 jam.

Head of Business Development Solar Radiance Billy Jayadi mengatakan proyek tersebut mencatat 9.405 work manhour dengan zero accident selama pelaksanaan.

"Bagi Solar Radiance, pencapaian 9.405 work manhour dengan 100 persen zero accident menunjukkan pentingnya disiplin dan perencanaan dalam menjalankan proyek, terlebih di lingkungan rumah sakit yang beroperasi 24 jam," ujar Billy.

Menurut dia, keselamatan dan keberlangsungan operasional pelanggan menjadi bagian dari setiap tahapan proyek. Bagi RS Mardi Rahayu, efisiensi energi tidak hanya berkaitan dengan pengelolaan biaya operasional, tetapi juga menjadi bagian dari strategi keberlanjutan rumah sakit.

"Efisiensi energi membantu menjaga keberlangsungan operasional rumah sakit, sehingga sumber daya dapat lebih optimal diarahkan untuk meningkatkan mutu pelayanan. Bagi kami, menjaga kesehatan manusia juga harus berjalan seiring dengan menjaga kesehatan lingkungan," kata Pujianto.

RS Mardi Rahayu berharap pemanfaatan PLTS Atap 416 kWp dapat memberikan manfaat efisiensi energi dan ekonomi dalam jangka panjang sekaligus mendukung pengembangan berbagai inisiatif keberlanjutan di lingkungan rumah sakit. Ke depan, RS Mardi Rahayu dan Solar Radiance juga merencanakan pengembangan PLTS tahap kedua di gedung parkir dan gedung rawat inap Betania yang masih dalam tahap pembangunan.

"Kerja sama PLTS antara RS Mardi Rahayu dan Solar Radiance terus berlanjut. Saat ini kami sedang merencanakan proyek PLTS tahap kedua di gedung parkir dan gedung rawat inap Betania yang masih dalam tahap pembangunan," ujar Pujianto.

(Ade Hapsari Lestarini)