Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Balai Kota DKI Jakarta usai Rapat Bersama Forkopimda: Mitigasi dan Antisipasi Kesiapsiagaan Menghadapi Musim Hujan, Kamis, 5 November 2026. Foto:Metro TV/ Nattasya
Pramono Prediksi Curah Hujan Tertinggi di Jakarta Barat
Nattasya Amani Vrazeti • 5 November 2026 16:06
Jakarta: Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bersiap menghadapi musim hujan. Gubernur Jakarta Pramono Anung membeberkan wilayah dengan curah hujan tertinggi.
"Diperkirakan curah hujan tertinggi itu di Jakarta Barat," ujar Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam Rapat Bersama Forkopimda di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis, 5 November 2026.
“Karena memang, sekarang ini Pemerintah DKI Jakarta secara khusus melakukan pembenahan infrastruktur yang ada di Jakarta Barat,” ujar Pramono.
Pramono menambahkan penataan alur sungai utama di Jakarta Barat menjadi salah satu prioritas pemantauan Pemprov DKI. Sejumlah titik rawan telah ditinjau langsung untuk meninjau persiapan kesiapsiagaan di lapangan.
“Kemarin kita sama-sama di Kali Angke dan sebagainya, di Cengkareng Drain dan sebagainya untuk melakukan antisipasi terhadap hal tersebut,” tutur Pramono.
Selain pembenahan infrastruktur, Pemprov DKI Jakarta juga mempercepat program normalisasi sejumlah sungai di Ibu Kota hingga Desember 2026. Proyek pengerukan dan perbaikan alur air ini digenjot sebagai langkah antisipasi dini menghadapi ancaman banjir.
.jpeg)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Balai Kota DKI Jakarta usai Rapat Bersama Forkopimda: Mitigasi dan Antisipasi Kesiapsiagaan Menghadapi Musim Hujan, Kamis, 5 November 2026. Foto: Metro TV/ Nattasya.
Pramono menjelaskan percepatan normalisasi tersebut mencakup sejumlah aliran sungai utama di Jakarta. Pengerjaan fisik difokuskan pada Kali Ciliwung, Kali Angke, Kali Krukut, serta Kali Cakung Lama.
“Sekarang ini sampai dengan bulan Desember, Pemerintah DKI Jakarta akan terus tetap untuk melakukan normalisasi sungai-sungai yang ada di Jakarta, apakah itu Ciliwung, Angke, Krukut, Cakung Lama, dan sebagainya akan kita kebut,” ucap Pramono.
Langkah mitigasi ini berdasarkan hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Diprakirakan puncak curah hujan ekstrem di wilayah Jakarta akan terjadi pada Februari 2027.
“Maka untuk itu, dalam rapat tadi dibahas secara detail apa yang menjadi tugas dan juga sekaligus supporting yang bisa dilakukan oleh seluruh stakeholder institusi yang ada di Jakarta,” tutur Pramono.