Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. (Anadolu Agency)
Zelensky Sebut Kesepakatan Besar Trump untuk Akhiri Perang Bisa Berbahaya
Willy Haryono • 7 November 2026 16:40
Kyiv: Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memperingatkan bahwa “kesepakatan besar” yang sebelumnya disinggung Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk mengakhiri perang Rusia-Ukraina bisa jadi membahayakan negaranya.
“Di antara kita, bagi saya ini bukan hal sederhana dan bisa berbahaya,” kata Zelensky dalam wawancara dengan CNN, yang cuplikannya dipublikasikan pada Jumat, 6 November 2026.
Pernyataan itu disampaikan ketika Zelesky ditanya mengenai kerangka kesepakatan yang disebut Trump untuk mengakhiri perang dengan Rusia.
Pada Kamis, Trump mengonfirmasi kepada wartawan di Ruang Oval Gedung Putih bahwa dirinya telah bertemu dengan utusan Presiden Rusia Kirill Dmitriev. Sebelumnya pada hari yang sama, Dmitriev menghadiri acara di Gedung Putih yang diselenggarakan Ibu Negara AS Melania Trump.
Ketika ditanya mengenai pembicaraan tersebut, Trump mengatakan dirinya tidak dapat mengungkapkan detailnya. Namun, ia menyebut pertemuan itu berpotensi menghasilkan kesepakatan besar yang cakupannya tidak hanya menyangkut Ukraina, tetapi juga Eropa.
“Saya tidak bisa memberi tahu apa yang kami bicarakan. Namun, saya hanya ingin mengatakan bahwa ini akan menjadi sebuah kesepakatan, sebuah kesepakatan besar. Ini akan melibatkan lebih dari sekadar Ukraina, bahkan mungkin seluruh Eropa. Ini akan menjadi kesepakatan besar dan indah, dan semua orang akan senang,” ujar Trump.
Dalam wawancara dengan CNN, Zelensky mengatakan terdapat banyak usulan dan pembicaraan yang sedang berlangsung. Ia mengakui sebagian di antaranya berguna dan sangat penting.
Zelensky juga menyatakan dukungannya terhadap gencatan senjata di Ukraina yang kemudian dilanjutkan dengan upaya meredakan ketegangan.
Namun, ia menilai belum ada tanda-tanda dari Rusia bahwa Moskow bersedia mengambil langkah menuju penyelesaian konflik.
“Kami belum melihat demonstrasi atau sinyal apa pun dari pihak Rusia bahwa mereka siap melakukan sesuatu. Itulah sebabnya hal ini berbahaya,” kata Zelensky.
Yalta 2
Ia berpendapat bahwa ketika Rusia tidak ingin membicarakan penyelesaian konflik, Moskow justru berupaya memulai dialog dengan membahas arsitektur keamanan baru di Eropa. Menurut Zelensky, pendekatan tersebut berbahaya bagi seluruh negara Eropa, terutama Uni Eropa, meskipun Ukraina juga terdampak.“Kami tidak ingin ada Yalta, Yalta 2. Kami tidak siap dengan format seperti itu. Kami tidak ingin dibagi-bagi oleh Rusia,” ujarnya.
Zelensky merujuk pada Konferensi Yalta 1945, ketika negara-negara Sekutu membahas tatanan Eropa setelah Perang Dunia II. Ia juga menegaskan bahwa kedaulatan dan integritas teritorial merupakan prinsip mendasar bagi setiap negara merdeka.
Menurut dia, setidaknya negara-negara tetangga harus menghormati prinsip tersebut agar suatu negara dapat menjadi negara yang bebas dan demokratis.
Baca juga: Zelensky Klaim Rusia Siapkan Serangan Besar ke Infrastruktur Energi Ukraina