Hingga Hari ke-21, Total 50 Jasad Korban KM Virgo Dievakuasi Tim Penyelam dari Laut Jawa

Personel tim SAR gabungan mengangkat satu dari lima jenazah penumpang KMP Virgo Transport 8 yang berhasil ditemukan melalui penyelaman bawah air dalam operasi hari ke-16 di perairan Laut Jawa, Senin (28/9/2026). ANTARA/HO-Basarnas

Hingga Hari ke-21, Total 50 Jasad Korban KM Virgo Dievakuasi Tim Penyelam dari Laut Jawa

Lukman Diah Sari • 4 October 2026 12:30

Banjarmasin: Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) menyatakan tim penyelam gabungan berhasil mengevakuasi 50 jasad korban tenggelamnya KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa. Pencapaian ini diraih hingga hari ke-21 operasi Search and Rescue (SAR) pada Sabtu, 3 Oktober 2026, di tengah berbagai rintangan operasi bawah air.

"Penyelaman merupakan salah satu upaya penting dalam proses pencarian dan evakuasi korban. Dari hasil evaluasi pelaksanaan penyelaman, dilaksanakan rata-rata empat sampai lima sorti per hari. Setiap sorti dikerahkan dua sampai tiga tim dengan kekuatan lima penyelam tiap tim," kata Kepala Basarnas Mohammad Syafii dalam konferensi pers di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Sabtu malam, 3 Oktober 2026.

Syafii menjelaskan, kegiatan penyelaman telah dimulai sejak hari ketiga usai insiden kecelakaan pada Minggu, 13 September 2026. Penyelaman dilakukan pada rentang waktu pukul 09.00 hingga 16.00 Wita. Upaya ini dinilai memberikan kontribusi signifikan meski berhadapan dengan cuaca dan medan bawah air (underwater) yang ekstrem.

Dalam prosesnya, tim penyelam telah menembus kedalaman hingga 15 meter ke dalam lambung kapal. Beberapa akses dari jendela berhasil dibuka. Namun, penetrasi lebih jauh terhalang oleh tumpukan material dan puing kapal (debris). Sejak hari ke-19 pencarian, tim tidak lagi menemukan korban tambahan dari akses tersebut.

Syafii membeberkan bahwa risiko evakuasi bawah air semakin tinggi. Struktur bangkai kapal dinilai sangat tidak stabil dan berpotensi mengalami perubahan posisi atau kemiringan secara tiba-tiba saat penyelam berada di dalam.

Selain itu, jarak pandang (visibilitas) sangat rendah akibat pekatnya sedimen air. Banyaknya benda tajam berserakan dan potensi paparan zat kimia dari tumpahan minyak (oil spill) juga menjadi ancaman langsung bagi keselamatan personel.

"Pada kedalaman sekitar 27 meter, kondisi gas menjadi salah satu faktor pembatas waktu kerja penyelam. Dengan penggunaan alat selam scuba, waktu kerja diperkirakan tidak lebih dari 20 menit dalam setiap penyelaman," tegasnya.

Arsip-Tim SAR gabungan mengevakuasi jasad korban kecelakaan KM Virgo Transport 8, di perairan Masalembo, Laut Jawa, Selasa, 22 September 2026. (ANTARA/HO-Basarnas)


Hingga hari ke-21 operasi SAR pada Sabtu pukul 22.00 Wita, Basarnas mengonfirmasi 188 penumpang telah ditemukan. Rinciannya, 108 orang selamat dan 80 orang meninggal dunia. Sementara itu, 55 korban dari total 243 orang di dalam manifes KM Virgo Transport 8 masih berstatus hilang.

Berdasarkan hasil evaluasi, Basarnas memutuskan untuk tetap melanjutkan operasi SAR. Namun, waktu pelaksanaan dan jumlah personel penunjang dari berbagai instansi gabungan akan disesuaikan secara fleksibel bergantung pada perkembangan kondisi di lapangan.

(Lukman Diah Sari)