Pemkot Jaksel Tawarkan Relokasi kepada 127 UMKM Terdampak Penataan Setu Babakan

Pelaku UMKM yang terdampak penataan kawasan bantaran timur Setu Babakan, Jagakarsa, Jakarta Selatan, melakukan pembongkaran kios secara mandiri, Senin (5/10/2026). ANTARA/HO-Satpol PP Jakarta Selatan.

Pemkot Jaksel Tawarkan Relokasi kepada 127 UMKM Terdampak Penataan Setu Babakan

Anggi Tondi Martaon • 6 October 2026 13:18

Jakarta: Suku Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) Jakarta Selatan menawarkan sejumlah lokasi binaan kepada sekitar 127 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang terdampak penataan kawasan bantaran timur Setu Babakan, Jagakarsa. Penataan dilakukan untuk mengembalikan fungsi kawasan tersebut sebagai destinasi wisata alam dan budaya.

"Penataan kawasan ini memang mengembalikan fungsi kawasan Setu Babakan sebagai wisata alam dan budaya," kata Kepala Suku Dinas PPKUKM Jakarta Selatan Djaharuddin dikutip dari Antara, Selasa, 6 Oktober 2026.

Djaharuddin pengelola Setu Babakan bersama dengan kelurahan dan kecamatan telah menyosialisasikan penataan kawasan tersebut kepada para pedagang serta menyiapkan lokasi khusus bagi pelaku UMKM. Namun, kapasitas lokasi yang disiapkan di dalam kawasan Setu Babakan terbatas, sehingga tidak seluruh UMKM dapat tertampung.

"Kalau enggak salah, yang bisa ditampung hanya sekitar 63 UMKM," ujar Djaharuddin.
 


Bagi pelaku usaha lainnya, Suku Dinas PPKUKM Jakarta Selatan menawarkan sejumlah lokasi binaan yang tersedia di wilayah Jakarta Selatan. Salah satunya di Pasar Minggu.

Djaharuddin menuturkan pedagang dapat memilih lokasi yang telah disiapkan. Di antaranya, pasar lokasi binaan (lokbin), lokasi sementara (loksem), maupun lokasi yang dikelola Perumda Pasar Jaya.

"Kita punya tiga lokasi binaan pasar dan 42 lokasi sementara (loksem). Tapi, loksem ini harus khusus untuk makanan, minuman, kuliner," tutur Djaharuddin.


Pelaku UMKM yang terdampak penataan kawasan bantaran timur Setu Babakan, Jagakarsa, Jakarta Selatan, melakukan pembongkaran kios secara mandiri, Senin (5/10/2026). ANTARA/HO-Satpol PP Jakarta Selatan.

Djaharuddin menilai relokasi merupakan tantangan tersendiri karena sebagian besar pedagang telah memiliki konsumen di sekitar Setu Babakan sehingga dikhawatirkan terjadi penurunan omzet setelah berpindah lokasi.

"Memang, mereka itu konsumennya rata-rata ada di sekitar situ. Jadinya, mereka agak berat meninggalkan titik awal dagang itu," ujar Djaharuddin.

Puluhan pedagang di bantaran timur Setu Babakan membongkar kios secara mandiri pada Senin, 5 Oktober 2026. Pembongkaran dilakukan setelah menerima Surat Peringatan (SP) 1 dan SP2 dengan pendekatan persuasif oleh petugas terkait. 

(Anggi Tondi)