Ilustrasi PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA). Foto: Dok TBS
TOBA Catat Peningkatan Profitabilitas, Laba Tumbuh 105% hingga September 2026
Eko Nordiansyah • 31 October 2026 12:21
Jakarta: PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) mencatatkan pertumbuhan 105 persen pada laba kotor dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year), serta perbaikan 72 persen pada rugi bersih. Perseroan juga mencatatkan pertumbuhan 39 persen (yoy) pada laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi yang telah disesuaikan (EBITDA).
Direktur dan Chief Financial Officer TBS Juli Oktarina mengatakan, TBS membuktikan bahwa transformasi yang sedang dijalankannya menghasilkan pendapatan yang berkualitas. Meskipun terdapat berbagai tantangan, peningkatan pada laba kotor serta EBITDA yang disesuaikan serta penyusutan rugi bersih menunjukkan imbal hasil finansial dari transisi yang sedang berjalan.
“Kami tetap berkomitmen untuk melanjutkan transformasi kami seiring terus memperbesar bisnis infrastruktur berkelanjutan kami di Indonesia dan kawasan Asia, sementara pada saat yang sama, tetap mengelola bisnis legacy kami secara bertanggung jawab,” kata dia dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 31 Oktober 2026.
Perseroan mencatatkan pendapatan konsolidasi sebesar USD257,3 juta, lebih rendah 11 persen (yoy), dikarenakan penurunan pendapatan dari bisnis legacy Perseroan. Walau demikian, laba kotor tumbuh 105 persen (yoy), mencapai USD45,2 juta. Margin laba kotor tumbuh lebih dari dua kali lipat pada 18 persen, dibandingkan dengan delapan persen pada tahun sebelumnya.
.jpg)
(Ilustrasi PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA). Foto: Dok TBS)
Terkait dengan profitabilitas, TBS mencatatkan rugi bersih konsolidasian sebesar USD35,4 juta, menyusut 72 persen (yoy). Perbaikan profitabilitas ini disebabkan Perseroan tidak lagi mencatatkan rugi dari divestasi bisnis pembangkit listrik tenaga batu bara yang merupakan beban sewaktu, tidak berulang, dan non-kas, yang dibukukan pada 2025.
TBS juga mencatatkan EBITDA konsolidasian yang disesuaikan sebesar USD44,4 juta, tumbuh 39 persen (yoy). EBITDA yang disesuaikan ini mengecualikan beban pendanaan akuisisi bisnis dan beban-beban terkait depresiasi dan amortisasi. Margin EBITDA yang disesuaikan pada periode ini adalah sebesar 17 persen, tumbuh enam poin persentase dibandingkan tahun sebelumnya.
Bisnis infrastruktur berkelanjutan TBS tetap jadi kontributor utama
Bisnis pengelolaan limbah dan kendaraan listrik TBS secara kolektif berkontribusi 66 persen kepada pendapatan konsolidasian Perseroan dan 71 persen pada EBITDA yang disesuaikan. Hasil ini terus membuktikan transisi TBS dari bisnis legacy-nya menghasilkan bauran pendapatan dan profitabilitas baru dengan struktur pendapatan yang berkualitas, stabil, dan berkelanjutan.“Terkait dengan arus kas, Perseroan mencatatkan arus kas dari aktivitas operasi sebesar USD20,3 juta, membalikkan arus kas dari aktivitas operasi yang negatif pada periode yang sama di tahun sebelumnya,” ujar dia.
Ia mengungkapkan, perseroan mencatatkan seluruh capaian kinerja finansial ini sementara tetap mempertahankan profil utang yang sehat, dengan likuiditas yang kuat dan pilihan pendanaan yang beragam untuk mendukung beban operasional dan belanja modal, serta untuk mendanai ekspansi melalui akuisisi anorganik yang potensial.
“Pada tanggal 30 September 2026, saldo kas (termasuk kas yang dibatasi penggunaanya) TBS adalah sebesar USD89,6 juta,”