Jangan Bergantung pada Tiket Masuk, Pengelola Ragunan Diminta Cari Pembiayaan Kreatif

Tangkapan layar - Ketua DPRD DKI Jakarta, Suhud Alynudin dalam Rapat Paripurna di Jakarta, Rabu (12/8/2026). (ANTARA/Lia Wanadriani Santosa)

Jangan Bergantung pada Tiket Masuk, Pengelola Ragunan Diminta Cari Pembiayaan Kreatif

Achmad Zulfikar Fazli • 9 September 2026 17:37

Jakarta: Pihak pengelola Taman Margasatwa Ragunan diminta mencari sumber pembiayaan kreatif (creative financing). Pengelola Ragunan jangan hanya bergantung pada tarif tiket masuk untuk pendapatan.

“Harus berpikir kreatif juga. Berpikir kreatif artinya pemasukan itu tidak hanya dari tiket, tapi dari yang lain. Ada juga merchandise, dari kegiatan di dalam, misalnya yang orang rela untuk membayar. Photobooth saja juga bayar mahal kok,” kata Ketua DPRD DKI Jakarta Suhud Alynudin di Gedung DPRD DKI Jakarta, dilansir dari Antara, Rabu, 9 September 2026.

Suhud mencontohkan banyak masyarakat yang datang ke Blok M untuk menikmati makanan kekinian hingga berfoto di gerai photobooth.

Menurut dia, hal seperti itu dapat menjadi daya tarik suatu tempat dan menjadi peluang sumber pendapatan. Oleh karenanya, dia meminta pengelola tempat wisata di Jakarta dapat meningkatkan kreativitasnya.

Suhud menyampaikan hal tersebut berkenaan dengan rencana penyesuaian tarif tiket masuk Ragunan.

"Kalau kita debat naik atau enggaknya (tarif), kita lihat Ragunan kasihan, mesti naik. Padahal masyarakat juga perlu hiburan. Makanya yang harus dilakukan adalah meningkatkan, pertama kualitas pengelolaannya, kemudian ada daya tarik yang orang mau beli dengan biaya mahal,” ujar Suhud.

Pengunjung Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta. Metro TV/Afifah

Tiket Taman Margasatwa Ragunan diusulkan naik. Tarif untuk pengunjung dewasa diusulkan menjadi Rp4 ribu hingga Rp10 ribu, sedangkan tarif anak-anak Rp3 ribu hingga Rp7.500.

Pengelola Ragunan membidik standar internasional melalui peningkatan kesejahteraan satwa serta pengelolaan pelayanan.

"Dengan dukungan masyarakat dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Taman Margasatwa Ragunan berkomitmen terus berbenah dan melangkah menuju pengelolaan kebun binatang bertaraf internasional," kata Humas Ragunan, Wahyudi Bambang.

Wahyudi menjelaskan standar tersebut menjadikan kesejahteraan satwa sebagai prioritas dan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat sebagai bagian yang tidak terpisahkan.

Transformasi Ragunan merupakan bagian dari visi jangka panjang untuk menghadirkan kawasan konservasi yang tidak hanya menjadi destinasi rekreasi masyarakat, tetapi juga memiliki standar pengelolaan satwa, pelayanan pengunjung, edukasi, penelitian, dan konservasi yang semakin baik.

"Penyesuaian tarif juga diharapkan dapat meningkatkan kemandirian pengelolaan Taman Margasatwa Ragunan melalui optimalisasi pendapatan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD)," kata Bambang.

Namun, Taman Margasatwa Ragunan menegaskan aspek keterjangkauan bagi masyarakat tetap menjadi perhatian utama. Setiap kebijakan mengenai tarif akan mempertimbangkan kemampuan masyarakat, kualitas pelayanan, keberlanjutan pengelolaan, serta ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

(Achmad Zulfikar Fazli)