Diskusi publik bertajuk “Dinamika Nilai dan Orientasi Seksual Generasi Muda: Perspektif Perubahan Sosial”. Istimewa.
Ruang Digital Dinilai Berperan Penting dalam Dinamika Sosial Generasi Muda
Arga Sumantri • 22 September 2026 21:57
Depok: Forum Mahasiswa Stratejik Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan Universitas Indonesia (FORMA SPPB UI) menyelenggarakan diskusi publik bertajuk "Dinamika Nilai dan Orientasi Seksual Generasi Muda: Perspektif Perubahan Sosial" di Balai Sidang Universitas Indonesia, Depok.
Kegiatan ini jadi ruang dialog akademik untuk memahami perubahan nilai serta dinamika sosial generasi muda di tengah pesatnya perkembangan teknologi, globalisasi, dan terbukanya arus informasi.
Ketua Umum FORMA SPPB UI, Rosabela Izza, menyampaikan perkembangan teknologi dan pola komunikasi turut memengaruhi cara generasi muda memahami diri, membangun relasi, hingga memaknai nilai sosial. Menurutnya, isu nilai dan orientasi seksual perlu dipahami secara multidimensional.
"Isu ini perlu dipahami secara menyeluruh dengan mempertimbangkan aspek keluarga, pendidikan, agama, budaya, hukum, kesehatan, hingga lingkungan sosial," ujar Rosabela.
Ia menambahkan, isu ini berkaitan erat dengan agenda pembangunan berkelanjutan (SDGs). Melalui diskusi ini, diharapkan tercipta ruang akademik yang terbuka, kritis, dan menghargai keberagaman pandangan.
Pendekatan Berbasis Data
Direktur SPPB UI, Supriatna, menekankan pentingnya memahami perilaku dan relasi generasi muda berbasis data serta konteks sosial sebelum membuat penilaian moral. Ia juga menyoroti peran ruang digital sebagai agen sosialisasi baru."Pendekatan yang mempertimbangkan konteks sosial dan budaya sangat penting dalam merespons perubahan nilai di kalangan generasi muda saat ini," tegas Supriatna.
Diskusi ini menghadirkan lima akademisi sebagai narasumber dari berbagai disiplin ilmu. Raden Roro Sri Agustini membedah dinamika nilai dari perspektif perubahan sosial dan hak asasi manusia, termasuk pentingnya pemahaman terminologi, keamanan, martabat, serta perlindungan di ruang digital.
Narasumber lainnya, Arif Fahrudin, meninjau isu dari perspektif hukum Islam dengan menekankan pendekatan keagamaan yang edukatif dan humanis. Kemudian, Wulan Sari dari perspektif KOPRI menekankan penghormatan terhadap martabat manusia, sikap tegas dalam nilai namun humanis dalam perlakuan, serta isu stigma, kekerasan, consent, dan perlindungan perempuan serta anak.
Narasumber selanjutnya, Muhammad Reiza, mengulas dari sisi psikologi remaja, mulai dari pembentukan identitas, perkembangan moral, hingga faktor pendorong perilaku berisiko. Sedangkan, Aldi Rizki Khoirudin menjelaskan keterkaitan perubahan sosial, moralitas, dan sistem hukum, serta pentingnya membedakan identitas, perbuatan, ekspresi, dan status dalam analisis hukum.
Dorong Ruang Dialog Aman dan Kritis
Sesi dialog interaktif memperlihatkan dinamika dan ragam sudut pandang peserta. Meski terdapat perbedaan perspektif, forum menyepakati pentingnya mencegah kekerasan dan menghadirkan ruang dialog yang aman, akademis, serta bertanggung jawab.Melalui agenda ini, FORMA SPPB UI mendorong penguatan literasi digital, pemikiran kritis, etika ruang digital, perlindungan data pribadi, hingga pencegahan perundungan. Kolaborasi antara perguruan tinggi, mahasiswa, dan masyarakat dinilai krusial untuk memahami perubahan sosial secara objektif dan kontekstual tanpa mengesampingkan martabat setiap individu.