Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat bertemu dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping. Foto: The New York Times
Trump Diklaim Akan Tekan Xi Jinping untuk Tentukan Sikap Tiongkok Terkait Iran
Muhammad Reyhansyah • 11 May 2026 15:03
Beijing: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dijadwalkan mengunjungi Tiongkok pekan ini dengan isu perang Iran disebut membayangi hampir seluruh pembahasan utama antara Washington dan Beijing.
Menurut laporan Reuters yang dikutip India Today, Senin, 11 Mei 2026, di balik rangkaian seremoni yang telah disiapkan Tiongkok, Trump diperkirakan akan menekan Presiden Xi Jinping agar menggunakan pengaruh Beijing terhadap Teheran di tengah upaya AS menghentikan perang yang mengguncang kawasan Teluk dan pasar global.
Namun, pejabat senior AS menyebut isu Iran akan menjadi salah satu agenda utama Trump dalam pembicaraan dengan Xi. Kunjungan Trump dijadwalkan berlangsung pada 14-15 Mei. Ia akan tiba di Beijing setelah sebelumnya menunda perjalanan tersebut akibat perang Iran.
Agenda kunjungan meliputi upacara penyambutan resmi, pembicaraan bilateral, jamuan kenegaraan, serta kunjungan ke Temple of Heaven yang bersejarah.
Hubungan Tiongkok dengan Iran dan Rusia
Gedung Putih menggambarkan kunjungan itu sebagai langkah simbolis sekaligus strategis. "Ini akan menjadi kunjungan dengan makna simbolis yang sangat besar," kata Wakil Sekretaris Pers Utama Gedung Putih Anna Kelly kepada wartawan."Namun tentu saja, Presiden Trump tidak pernah bepergian hanya demi simbolisme. Rakyat Amerika dapat mengharapkan presiden menghasilkan lebih banyak kesepakatan baik bagi negara kita," lanjut Kelly.
Di balik seremoni tersebut, pejabat pemerintahan AS mengatakan Trump akan secara langsung menekan Xi terkait hubungan Tiongkok dengan Iran dan Rusia.
"Saya memperkirakan presiden akan memberikan tekanan" terkait Iran, kata seorang pejabat senior pemerintahan AS kepada AFP.
Pejabat itu mengatakan Trump berulang kali mengangkat isu pembelian minyak Iran oleh Tiongkok dan penjualan barang dual-use yang diyakini dapat mendukung operasi militer.
"Presiden telah beberapa kali berbicara dengan Sekretaris Jenderal Xi Jinping mengenai Iran dan Rusia, termasuk soal pendapatan yang diberikan Tiongkok kepada kedua rezim tersebut," ujar Kelly.
Stabilitas Ekonomi
Meski ketegangan geopolitik mendominasi, kedua negara juga diperkirakan akan membahas stabilitas ekonomi. Pejabat AS mengatakan Washington dan Beijing kemungkinan mengumumkan forum perdagangan dan investasi baru untuk memperbaiki hubungan komersial kedua negara.Pembahasan juga mencakup kemungkinan perpanjangan gencatan dagang yang dicapai tahun lalu yang memungkinkan pasokan mineral tanah jarang dan bahan penting lainnya tetap mengalir dari Tiongkok ke AS.
Seorang pejabat mengatakan kedua pihak masih berhati-hati untuk secara terbuka berkomitmen memperpanjang kesepakatan tersebut dalam kunjungan kali ini.
"Belum jelas apakah itu akan diperpanjang sekarang atau nanti. Saya pikir yang diinginkan kedua pihak adalah stabilitas," kata pejabat yang tidak diketahui namanya itu.
Tiongkok juga diperkirakan mengumumkan pembelian pesawat Boeing, produk pertanian Amerika, dan pasokan energi sebagai bagian dari upaya meredakan ketegangan ekonomi kedua negara.
Xi Jinping dan istrinya juga dijadwalkan melakukan kunjungan balasan ke Washington pada akhir tahun ini.