Komitmen Pemkot Tangsel Jamin Hak Pendidikan dan Kesehatan Warga

Gedung Pemkot Tangsel. Foto: Istimewa.

Komitmen Pemkot Tangsel Jamin Hak Pendidikan dan Kesehatan Warga

Anggi Tondi Martaon • 5 March 2026 23:52

?Tangsel: Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel)  terus berupaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang berkeadilan.  Di tengah dinamika pembangunan kota yang pesat, fokus pada penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui sektor pendidikan dan kesehatan tetap menjadi pijakan mendasar dalam setiap kebijakan yang diambil oleh Wali Kota Benyamin Davnie.
?
?"Bapak Wali Kota Benyamin Davnie selalu menekankan bahwa investasi pada manusia adalah fondasi paling kokoh bagi keberlanjutan masa depan Tangerang Selatan," kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Tangerang Selatan, TB Asep Nurdin, melalui keterangan tertulis, Kamis, 5 Maret 2026.
?
?Asep menjelaskan bahwa sinergi antara program jaminan kesehatan universal dan pemberian bantuan pendidikan merupakan manifestasi nyata dari kehadiran negara di tengah warga. Menurut dia, keberhasilan sebuah kota tidak hanya diukur dari kemegahan infrastruktur fisik, melainkan dari sejauh mana warganya merasa aman, terlindungi, dan terjamin dalam mengakses layanan dasar yang berkualitas.
?
Asep menyampaikan pesan strategis dari Wali Kota Benyamin Davnie mengenai arah pembangunan manusia di Tangerang Selatan yang kian inklusif, menyentuh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
?
?"Beliau menegaskan bahwa kita ingin memastikan setiap anak di kota ini memiliki kesempatan yang sama untuk meraih cita-citanya melalui jalur pendidikan tinggi tanpa harus terhambat kendala biaya, serta menjamin setiap warga dapat memperoleh layanan kesehatan berkualitas secara cuma-cuma. Keamanan sosial ini adalah janji layanan publik yang terus kami tunaikan dengan penuh integritas dan transparansi," ungkap Asep.
?
?Lebih lanjut, Asep memaparkan bahwa komitmen ini didukung secara teknis melalui transformasi digital yang masif. Sehingga, dapat memudahkan masyarakat dalam menjangkau informasi layanan secara real-time. 

Di era informasi ini, Diskominfo memainkan peran krusial sebagai jembatan antara kebijakan pemerintah dan kebutuhan masyarakat. Kehadiran ekosistem digital di Tangsel bukan sekadar tren, melainkan instrumen vital untuk memastikan efektivitas program di lapangan.
?
?"Seluruh program unggulan kita, mulai dari beasiswa pelajar, bantuan biaya sekolah swasta, hingga akses fasilitas kesehatan rawat inap 24 jam di tingkat Puskesmas, telah terintegrasi dalam sistem data tunggal. Hal ini bertujuan untuk memastikan ketepatan sasaran, meminimalisir birokrasi yang berbelit, dan menjamin bahwa setiap rupiah dari APBD benar-benar kembali dalam bentuk manfaat nyata bagi warga," sebut Asep.
?
?Menurut Asep, digitalisasi birokrasi yang dilakukan oleh Pemkot Tangsel bertujuan untuk menghapus sekat-sekat informasi. Melalui aplikasi layanan terpadu, warga kini dapat mengecek status kepesertaan jaminan kesehatan mereka atau mendaftarkan putra-putrinya dalam program beasiswa hanya melalui perangkat seluler. 

Terkait sektor kesehatan, Asep menggarisbawahi capaian Universal Health Coverage (UHC) yang telah melampaui target nasional. “Capaian ini bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan jaminan bahwa tidak akan ada lagi warga Tangerang Selatan yang merasa takut berobat karena kendala biaya,” ujarnya.
?
?Dengan kepesertaan aktif yang merata, warga Tangsel kini cukup menunjukkan KTP untuk mendapatkan akses pengobatan. Hal itu dapat dilakukan mulai dari tingkat dasar di Puskesmas hingga rujukan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD).

"Saat ini, Puskesmas kita bukan lagi sekadar tempat periksa ringan, tetapi telah bertransformasi menjadi pusat layanan rawat inap yang siap melayani warga 24 jam penuh. Ini adalah langkah konkret untuk mengurangi beban rumah sakit besar sekaligus mendekatkan pelayanan kepada permukiman warga," ujar Asep.
?
Dia menyampaikan Pemkot Tangsel rutin melakukan pembaruan data secara periodik agar subsidi premi jaminan kesehatan benar-benar diterima oleh mereka yang berhak. Melalui koordinasi ketat antara Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, dan Diskominfo, data warga prasejahtera divalidasi secara digital guna mencegah terjadinya duplikasi atau salah sasaran.
?
Di sisi lain, sektor pendidikan terus diperkuat melalui skema pembiayaan yang variatif. Asep Nurdin menjelaskan bahwa tantangan utama kota besar adalah kesenjangan akses pendidikan antara sekolah negeri dan swasta. 

Menjawab hal tersebut, Pemkot Tangsel telah mengalokasikan anggaran khusus untuk memberikan bantuan biaya sekolah bagi siswa yang bersekolah di institusi swasta. Sehingga beban orang tua dapat berkurang signifikan.

Gedung Pemkot Tangsel. Foto: Istimewa.

Selain itu, program pemberian insentif bagi ribuan pelajar dan mahasiswa daerah (PIPMD) menjadi program primadona yang terus dikembangkan kualitasnya. Dia menjelaskan, beasiswa ini dirancang bukan hanya untuk mereka yang berprestasi secara akademik, tetapi juga mencakup siswa dari keluarga kurang mampu yang memiliki semangat tinggi untuk tetap sekolah. 

"Kami percaya bahwa pendidikan adalah eskalator paling efektif untuk mobilitas sosial. Jika pendidikan seorang anak terjamin, maka satu keluarga memiliki peluang besar untuk keluar dari jerat kemiskinan," papar Asep.

Integrasi kurikulum berbasis teknologi dan peningkatan kualitas sarana prasarana sekolah juga dilakukan agar lulusan sekolah di Tangsel memiliki kompetensi yang setara dengan standar global. Pemkot secara rutin memberikan pelatihan literasi digital kepada para pengajar, selaras dengan visi Tangsel sebagai kota cerdas dan modern.

Dengan jaring pengaman kesehatan yang solid dan akses pendidikan yang terbuka lebar, Asep menyebut Tangsel tengah membangun benteng ketahanan sosial yang kuat menghadapi tantangan global di masa depan. Program-program yang digulirkan adalah ikhtiar jangka panjang untuk mencetak generasi unggul yang tidak hanya sehat secara fisik dan cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki mentalitas juara untuk bersaing di panggung dunia.

Langkah-langkah strategis yang konsisten ini diharapkan dapat terus meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Tansel. Saat ini, IPM Tangsel tertinggi di Provinsi Banten, sekaligus memantapkan posisi kota ini sebagai role model nasional dalam pelayanan publik yang humanis, responsif, dan berbasis teknologi terapan.

"Harapan Bapak Wali Kota dan kita semua adalah menjadikan Tangsel sebagai kota yang nyaman untuk semua, di mana setiap individu merasa didukung oleh pemerintahnya untuk tumbuh dan berkembang secara maksimal," ujar Asep.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggi Tondi)