Dirjen Bina Adwil Kemendagri, Safrizal ZA. Foto: Istimewa.
Kepala Daerah Diminta Pimpin Langsung Penanganan TBC
Anggi Tondi Martaon • 30 July 2026 18:21
Jakarta: Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) meminta kepala daerah memimpin langsung upaya percepatan penanggulangan tuberkulosis (TBC) di wilayah masing-masing. Sehingga, upaya eliminasi TBC bisa dilakukan dengan maksimal.
"Pemerintah daerah harus memastikan terbentuk dan berfungsinya Wadah Kemitraan Penanggulangan TBC atau Tim Percepatan Penanggulangan TBC (TP2TBC) yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan,” kata Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Administrasi Wilayah (Bina Adwil) Kemendagri, Safrizal, melalui keterangan tertulis, Kamis, 30 Juli 2026.
Hal itu disampaikan Safrizal saat membuka Rapat Koordinasi Fasilitasi Teknis Intervensi Kewilayahan dalam Penanggulangan Tuberkulosis yang dirangkaikan dengan Rakorpusda Penguatan Komitmen dan Aksi Nyata Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis Berkelanjutan di Malang, Jawa Timur (Jatim), Kamis, 30 Juli 2026
Safrizal menyampaikan, keberhasilan eliminasi TBC akan sangat ditentukan oleh kemampuan pemerintah daerah mengintegrasikan program lintas perangkat daerah, dunia usaha, akademisi, organisasi masyarakat, dan komunitas.
Safrizal menyampaikan pengalamannya saat menjabat sebagai Wakil Ketua Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Nasional. Menurut dia, keberhasilan Indonesia mengendalikan pandemi menjadi bukti bahwa tantangan besar dapat diatasi melalui kepemimpinan yang kuat, koordinasi lintas kementerian dan lembaga, serta partisipasi aktif masyarakat.
"Semangat kolaborasi yang sama harus kita hadirkan dalam percepatan penanggulangan TBC,” ujar Safrizal.
Selain itu, Safrizal meminta pemerintah daerah memanfaatkan pengalaman berbagai negara yang sukses menekan angka TBC. Menurut dia, tidak ada negara yang berhasil mengendalikan TBC hanya melalui layanan kesehatan.
Keberhasilan tersebut lahir dari perpaduan kepemimpinan yang kuat, tata kelola yang efektif, inovasi, pembiayaan yang memadai, serta kolaborasi lintas sektor.

Dirjen Bina Adwil Kemendagri, Safrizal, meninjau penanganan TBC di Puskesmas Cisadea, Kota Malang. Foto: Istimewa.
Ia mencontohkan sejumlah praktik baik yang dapat diadaptasi Indonesia. Kuwait dan Arab Saudi memperkuat pencegahan melalui pengelolaan mobilitas penduduk.
Sedangkan kesuksesan penanganan TBC di Tiongkok dan Myanmar mengembangkan penemuan kasus aktif berbasis komunitas. Lalu, Ethiopia memperkuat layanan kesehatan primer hingga tingkat desa, serta Taiwan dan Qatar memanfaatkan digitalisasi untuk meningkatkan kepatuhan pengobatan.
"Di sisi lain, India, Brasil, dan Afrika Selatan mengintegrasikan perlindungan sosial dengan inovasi medis dalam pengendalian TBC," ujar Safrizal.