Menteri Luar Negeri Sugiono berjabat tangan dengan Menlu Madagaskar Alice N Diaye di Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, Rabu, 3 Juni 2026. (Kemlu RI)
Indonesia-Madagaskar Perkuat Kemitraan di Sektor Pangan dan Energi Terbarukan
Muhammad Reyhansyah • 3 June 2026 20:31
Jakarta: Pemerintah Indonesia dan Madagaskar menjajaki penguatan kerja sama di sejumlah sektor strategis, mulai dari ketahanan pangan, energi bersih, hingga ekonomi biru.
Hal tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri RI Sugiono dan Menteri Luar Negeri Madagaskar Alice N'Diaye dalam joint press statement usai pertemuan bilateral kedua negara di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Rabu, 3 Juni 2026.
Menlu Sugiono mengatakan kedua negara membahas berbagai peluang kerja sama yang dapat mendukung kebutuhan pembangunan masing-masing sekaligus memperkuat kemitraan antarnegara berkembang.
“Kami membahas berbagai kemungkinan untuk saling mendukung kebutuhan industri dan domestik, kerja sama pembangunan, serta peluang memperdalam kolaborasi di sektor-sektor yang memiliki potensi besar, termasuk energi, keuangan, dan ekonomi kreatif,” ujar Menlu Sugiono.
Selain itu, kedua negara juga membahas isu ketahanan pangan yang menjadi perhatian bersama di tengah tantangan perubahan iklim dan gangguan rantai pasok global.
Energi Bersih hingga Blue Economy
Menurut Menlu Sugiono, Indonesia dan Madagaskar bertukar pandangan mengenai langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk menjaga keberlanjutan produksi pangan dan memperkuat ketahanan pangan nasional masing-masing.“Kami juga membahas ketahanan pangan dan langkah-langkah ke depan yang dapat dilakukan untuk memastikan produksi pangan tetap terjaga,” katanya.
Tak hanya itu, Indonesia dan Madagaskar turut menjajaki kerja sama konkret dalam pengembangan energi bersih dan berbagai inisiatif blue economy yang dinilai memiliki potensi besar bagi kedua negara yang sama-sama memiliki wilayah maritim yang luas.
Di bidang pendidikan, Menlu Sugiono mengatakan kedua negara sepakat memperkuat hubungan antarmasyarakat melalui program pelatihan, peningkatan kapasitas, dan kerja sama pendidikan.
Indonesia juga menegaskan komitmennya untuk terus mendukung Madagaskar melalui berbagai program pembangunan kapasitas dan membuka peluang yang lebih besar bagi mahasiswa Madagaskar untuk berpartisipasi dalam program-program tersebut.
“Upaya-upaya ini mencerminkan komitmen Indonesia sebagai mitra terpercaya bagi sesama negara berkembang serta dalam memajukan kerja sama Selatan-Selatan yang saling menguntungkan,” ujar Menlu Sugiono.
Perkembangan Global dan Regional
Selain kerja sama bilateral, kedua menteri juga bertukar pandangan mengenai perkembangan regional dan global, termasuk peran kedua negara dalam berbagai forum multilateral.Sebagai sesama anggota Indian Ocean Rim Association (IORA), Indonesia dan Madagaskar berkomitmen memperkuat kerja sama dalam isu-isu yang menjadi kepentingan bersama, termasuk pengelolaan risiko bencana dan peningkatan ketahanan terhadap perubahan iklim.
Menlu Sugiono mengatakan kedua pihak turut membahas dampak pemanasan global terhadap kehidupan masyarakat dan produksi pangan serta berbagai upaya mitigasi yang dapat dilakukan.
Ia juga menegaskan komitmen Indonesia untuk memperdalam keterlibatan dengan Afrika melalui kemitraan yang lebih erat dengan berbagai organisasi kawasan di benua tersebut.
Sementara itu, Menlu N'Diaye mengatakan kedua negara telah mengidentifikasi sejumlah sektor yang memiliki potensi kerja sama besar untuk dikembangkan lebih lanjut.
Menurut dia, sektor-sektor tersebut meliputi pertanian, agroindustri, perikanan, blue economy, pertambangan dan sumber daya alam, pariwisata, energi terbarukan, kawasan ekonomi khusus, hingga industri ringan.
“Kami ingin mendorong investasi, transfer teknologi, dan peningkatan nilai tambah lokal di sektor-sektor yang menjanjikan tersebut guna mendukung pembangunan berkelanjutan dan penciptaan lapangan kerja di kedua negara,” ujar Menlu N'Diaye.
Baca juga: Perkuat Hubungan Bilateral, RI-Madagaskar Sepakati Bebas Visa Paspor Diplomatik