Keluarga Peneror SDN Srengseng Sawah 15 Diungsikan

Kepolisian mengamankan peneror bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan yakni MY, 34. Foto: ANTARA/Luthfia Miranda Putri.

Keluarga Peneror SDN Srengseng Sawah 15 Diungsikan

Anggi Tondi Martaon • 15 July 2026 21:35

Jakarta: Istri dan dua anak tersangka teror bom SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, MY, 34, diungsikan oleh keluarga. Tak hanya itu, anak pelaku juga tidak lagi menempuh pendidikan di sekolah tersebut usai kasus itu terungkap.

"Anak pelaku dan istrinya saat ini sudah tidak tinggal lagi di lingkungan RT 03 RW 04, sudah diungsikan pihak keluarga di rumah orang tua dari pihak perempuan," kata Ketua RT 03/RW 04 Gang Kidan Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Anton Sianipar, dikutip dari Antara, Rabu, 15 Juli 2026.

Anton mengatakan keputusan itu telah melalui banyak pertimbangan. Kepindahan ini juga bertujuan untuk menghindari trauma bagi istri dan dua anak yang dikhawatirkan datang dari warga sekitar.

"Dia setelah kejadian itu anak sama istri diungsikan dan anaknya itu sudah tidak bersekolah lagi di SDN Srengseng Sawah itu, jadi belum didampingi pihak kepolisian atau Komisi Perlindungan Anak," ungkap Anton.

Sementara, polisi mengungkap motif peneror bom inisial MY, 34, di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan, lantaran tersinggung biaya seragam sekolah anak yang disampaikan oleh guru.

SDN Srengseng Sawah 15 Pagi. Foto: Antara.

"Jadi beberapa hari sebelum kejadian, kan nanya dia masalah seragam. Jawabannya 'Udah, enggak usah beli seragamnya, saya tahu kondisi kamu kan begitu'," kata Kepala Seksi Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Joko Adi.

Polisi mengatakan pelaku mengaku menerima perkataan itu saat berdialog dengan salah satu guru di sekolah. Dari perlakuan sang guru tersebut, pelaku sebagai orangtua murid merasa tersinggung dan nekat melakukan aksi teror. 

Namun, dia tidak menyangka teror ini berujung membuat kehebohan banyak pihak. Polisi menetapkan MY, 34, sebagai tersangka.

(Anggi Tondi)