Rupiah Dibuka ke Rp17.721/USD Pagi Ini

Ilustrasi. Foto: Dok MI

Rupiah Dibuka ke Rp17.721/USD Pagi Ini

Eko Nordiansyah • 20 May 2026 09:19

Jakarta: Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan hari ini mengalami pelemahan. Rupiah masih tertekan saat dolar AS menguat.

Mengutip data Bloomberg, Rabu, 20 Mei 2026, rupiah berada di level Rp17.721 per USD. Mata uang Garuda tersebut turun 15 poin atau setara 0,08 persen dari Rp17.706 per USD pada penutupan perdagangan sebelumnya.

Sementara menukil data Yahoo Finance, rupiah pada waktu yang sama berada di level Rp17.714 per USD. Rupiah masih bergerak melemah dari Rp17.661 per USD pada pembukaan perdagangan kemarin.



(Ilustrasi. Foto: Dok MI)

Rupiah fluktuatif namun melemah


Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi memperkirakan mata uang rupiah untuk perdagangan hari ini akan fluktuatif namun ditutup melemah. Mata uang Garuda bergerak di rentang antara Rp 17.700 - Rp 17.750 per USD.

Ibrahim menjelaskan, gerak rupiah dipengaruhi perkembangan perang AS terhadap Iran yang memicu sentimen negatif ke pasar. Meski Presiden Trump menyatakan menunda serangan lanjutan terhadap Iran untuk membuka kembali peluang negosiasi.

"Trump mengatakan bahwa ada 'peluang yang sangat baik' bagi AS untuk mencapai kesepakatan dengan Iran. Serta untuk mencegah Teheran memperoleh senjata nuklir," kata dia.

Di sisi domestik, pelemahan nilai tukar rupiah mulai menguji ketahanan harga pangan nasional. Ketergantungan impor pangan merambat ke harga makanan seperti mi instan, roti, tahu-tempe, susu, hingga makanan olahan lainnya.

"Kondisi tersebut memunculkan fenomena imported inflation atau inflasi impor, yakni tekanan inflasi yang berasal dari pelemahan nilai tukar dan tingginya ketergantungan terhadap barang impor," ungkapnya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Eko Nordiansyah)