Elon Musk 'Nego' Harga Peralatan Tenaga Surya Tiongkok Senilai USD2,9 Miliar

CEO Tesla Elon Musk. Foto: Xinhua/Ding Ting.

Elon Musk 'Nego' Harga Peralatan Tenaga Surya Tiongkok Senilai USD2,9 Miliar

Husen Miftahudin • 22 March 2026 12:04

New York: Perusahaam otomotif dan energi Amerika Serikat (AS), Tesla, berencana membeli peralatan senilai USD2,9 miliar untuk memproduksi panel dan sel surya dari pemasok Tiongkok, termasuk Suzhou Maxwell Technologies. Ini seiring dengan tujuan CEO Tesla Elon Musk untuk menambah kapasitas energi surya sebesar 100 gigawatt (GW) di AS.

Mengutip Investing.com, Minggu, 22 Maret 2026, pada Januari, Musk mengatakan tenaga surya dapat memenuhi seluruh kebutuhan listrik AS, termasuk permintaan yang terus meningkat dari semakin banyaknya pusat data. Lowongan pekerjaan di situs web Tesla menyatakan perusahaan tersebut bertujuan untuk mengerahkan 100 GW produksi tenaga surya sebelum akhir 2028. 

Suzhou Maxwell Technologies diketahui merupakan produsen peralatan sablon terbesar di dunia yang digunakan untuk membuat sel surya, termasuk di antara kandidat utama untuk memasok mesin untuk proyek tersebut dan telah berupaya mendapatkan persetujuan ekspor dari Kementerian Perdagangan Tiongkok. Pemasok potensial lainnya adalah Shenzhen SC New Energy Technology dan Laplace Renewable Energy Technology.

Adapun, sebagian dari peralatan senilai sekitar 20 miliar yuan atau setara dengan USD2,9 miliar ini akan memerlukan persetujuan ekspor dari regulator Tiongkok. Namun, belum jelas berapa banyak peralatan yang memerlukan persetujuan atau berapa lama prosesnya. 

Perusahaan-perusahaan Tiongkok tersebut telah diberitahu untuk mengirimkan peralatan sebelum musim gugur ini, dengan dua di antaranya mengatakan peralatan tersebut akan dikirim ke Texas. Musk berencana membangun kapasitas tenaga surya terutama untuk digunakan oleh Tesla, meskipun sebagian akan digunakan untuk memberi daya pada satelit SpaceX.
 

Baca juga: Takhta Tesla Runtuh, BYD Resmi Jadi Raja Mobil Listrik Dunia 2025
 

Hidupkan kembali manufaktur AS 


Di sisi lain, potensi pesanan tersebut menyoroti satu masalah bagi AS dalam upaya mengurangi ketergantungannya pada Tiongkok namun menghidupkan kembali manufaktur AS yang masih membutuhkan perdagangan dalam tingkat tertentu dengan ekonomi terbesar kedua di dunia. 

Pesanan dari Tesla akan menjadi dorongan besar bagi produsen peralatan manufaktur tenaga surya Tiongkok, yang telah berjuang dengan permintaan yang lemah karena kelebihan produksi dalam negeri.

Sementara itu, pasar tenaga surya AS sangat dilindungi oleh tarif yang bertujuan untuk membatasi impor panel dan sel surya yang lebih murah dari Tiongkok dan Asia Tenggara, tempat banyak produsen Tiongkok mengoperasikan anak perusahaan. 

Namun, peralatan manufaktur tenaga surya dikecualikan dari tarif oleh pemerintahan Biden pada 2024 atas desakan para produsen panel surya AS yang berpendapat mereka tidak memiliki tempat lain untuk membeli mesin yang dibutuhkan untuk mendirikan pabrik dalam negeri.

Pengecualian itu telah diperpanjang oleh pemerintahan Trump, dan As telah berupaya untuk menciptakan rantai pasokan tenaga surya sendiri untuk mengurangi ketergantungannya pada perusahaan-perusahaan Tiongkok.

Musk mengkritik hambatan tarif karena membuat biaya penerapan energi surya di AS menjadi terlalu tinggi, padahal negara tersebut menghadapi kekurangan listrik yang kritis akibat lonjakan permintaan dari pusat data AI dan sektor manufaktur. 


(Ilustrasi mobil Tesla. Foto: Tesla)
 

Konsumsi energi AS capai rekor tertinggi kedua


Diketahui, konsumsi energi AS mencapai rekor tertinggi kedua berturut-turut pada 2025 dan akan meningkat lebih lanjut pada 2026 dan 2027, menurut Badan Informasi Energi (EIA). 

Dengan membangun kapasitas produksi energi surya sebesar 100 GW dalam beberapa tahun ke depan, akan menjadi prestasi yang luar biasa bagi Musk yang dikenal karena membuat janji-janji besar dengan jangka waktu ambisius yang seringkali tidak terwujud.

Secara keseluruhan, AS memiliki kapasitas pembangkit listrik sebesar 1.300 GW pada 2024, menurut laporan yang diterbitkan tahun lalu oleh American Public Power Association. Dari jumlah tersebut, hanya 10 persen, atau 135 GW bertenaga surya. 

Tesla telah berupaya untuk mendapatkan lebih banyak komponen secara lokal di berbagai wilayah. Namun, perusahaan ini tetap bergantung pada 400 pemasok yang berbasis di Tiongkok untuk menekan biaya. Sebanyak 60 di antaranya juga memasok Tesla secara global, termasuk untuk pabrik kendaraan listriknya di AS. 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Husen Miftahudin)