Pojok baca di TK Pelita Harapan Sejahtera. Foto: Istimewa
Literasi Kebangsaan Diperkuat melalui Pojok Baca
M Sholahadhin Azhar • 17 March 2026 17:22
Jakarta: Upaya memperkuat literasi sekaligus menanamkan nilai-nilai kebangsaan terus digalakkan. Salah satunya, melalui peresmian Pojok Baca Bela Negara di TK Pelita Harapan Sejahtera, kawasan Tanjung Priok, Jakarta.
“Ini bukan sekadar ruang membaca, melainkan sebuah ruang pembelajaran, ruang refleksi, dan ruang pembentukan karakter kebangsaan," kata Kasubdit Perumusan Kebijakan Bela Negara Indah Permata S, dalam keterangan tertulis yang dikutip Selasa, 17 Maret 2026.
Menurut Indah, di fasilitas tersebut rasa cinta Tanah Air dapat ditumbuhkan di tengah peserta didik. Termasuk, kesadaran berbangsa dan bernegara.
"Serta semangat persatuan dapat terus dipupuk melalui literasi dan pengetahuan,” kata Indah.
Hal itu diungkap Indah dalam persmian Pojok Baca. Inisiatif ini merupakan hasil kolaborasi antara DPD Sulawesi Utara, Forum Penyelamat Demokrasi dan Reformasi (F-PDR) Sulut, dan Komunitas Kawan Mekar. Kemudian, Elizabeth Pisciliaruntu & Partners Law Office.
Indah juga menekankan bahwa bela negara bukan hanya tanggung jawab aparat pertahanan, melainkan hak dan kewajiban seluruh warga negara. Implementasinya dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk sederhana, mulai dari menjaga persatuan, menghormati perbedaan, mematuhi hukum, hingga berkontribusi positif bagi pembangunan bangsa.
Menurutnya, literasi memiliki peran krusial dalam konteks tersebut. Melalui budaya membaca, masyarakat dapat memperluas wawasan kebangsaan, memahami sejarah perjuangan bangsa, serta memperkuat nilai-nilai demokrasi, konstitusi, dan reformasi sebagai fondasi kehidupan bernegara.
Lebih lanjut, Indah mengingatkan tantangan bangsa ke depan semakin kompleks, terutama di era digital yang diwarnai oleh disinformasi, radikalisme, dan polarisasi sosial. Sehingga, kehadiran Pojok Baca Bela Negara relevan sebagai pusat literasi kebangsaan yang mampu mendorong masyarakat untuk belajar, berdiskusi, dan memperkuat komitmen terhadap nilai-nilai Pancasila dan persatuan Indonesia.
“Fasilitas ini diharapkan tidak hanya menjadi simbol, tetapi benar-benar dimanfaatkan secara aktif oleh masyarakat, khususnya generasi muda, pelajar, mahasiswa, dan berbagai komunitas,” kata Indah.
Sementara itu, Sekretaris Badan Bela Negara dan Hubungan Antar Lembaga F-PDR sekaligus Founder Komunitas Kawan Mekar, Elizabeth Piscilia Runtu, menekankan pentingnya gerakan literasi sebagai fondasi pembangunan karakter bangsa. Ia menyampaikan bahwa pojok baca ini merupakan bagian dari gerakan kolektif untuk menghadirkan ruang-ruang edukatif yang inklusif dan berkelanjutan di tengah masyarakat.
Elizabeth menilai, literasi bukan hanya soal kemampuan membaca, tetapi juga tentang membangun kesadaran kritis, memperkuat identitas kebangsaan, serta membentuk generasi yang tangguh menghadapi tantangan zaman. Elizabeth menegaskan penguatan nilai bela negara harus dimulai dari ruang-ruang sederhana yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
“Melalui pojok baca ini, kami ingin menghadirkan ruang yang tidak hanya mendidik, tetapi juga menginspirasi. Ruang di mana anak-anak dan masyarakat dapat tumbuh dengan nilai-nilai kebangsaan yang kuat, memiliki daya pikir kritis, serta mampu berkontribusi positif bagi bangsa dan negara,” ujar Elizabeth.
.jpeg)
Pojok baca di TK Pelita Harapan Sejahtera. Foto: Istimewa
Ketua Yayasan Pelita Harapan Sejahtera, Pdt. Jorry Sanger, M.Div., dalam sambutan singkatnya menyampaikan apresiasi atas inisiatif tersebut. Ia berharap Pojok Baca Bela Negara dapat menjadi sarana pembelajaran yang menyenangkan sekaligus membentuk karakter anak sejak usia dini.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh pimpinan Eureka, Andriyansyah, bersama orang tua peserta didik, sejumlah tokoh masyarakat dan pegiat literasi yang mendukung penguatan budaya baca di lingkungan pendidikan dan masyarakat.
Dengan diresmikannya Pojok Baca Bela Negara di kawasan Tanjung Priok ini, diharapkan lahir ruang-ruang literasi yang tidak hanya meningkatkan minat baca, tetapi juga menjadi benteng nilai dalam menghadapi tantangan kebangsaan di era modern.