Iran Ingin Perdamaian, Namun Tuntut Jaminan Tak Ada Lagi Serangan AS dan Israel

Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf. (Anadolu Agency)

Iran Ingin Perdamaian, Namun Tuntut Jaminan Tak Ada Lagi Serangan AS dan Israel

Dimas Chairullah • 19 April 2026 15:19

Teheran: Negosiator utama sekaligus Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menegaskan bahwa pihaknya menginginkan perdamaian, namun juga meminta jaminan tak akan ada lagi serangan di masa mendatang.

Ia mengatakan saat ini ada kemajuan dalam perundingan dengan Amerika Serikat (AS), namun masih ada "jarak yang lebar" di antara kedua belah pihak.

Ghalibaf menegaskan bahwa Teheran sejatinya memiliki niat baik untuk mencapai perdamaian berkelanjutan. Namun, perselisihan besar terkait program nuklir dan kendali Selat Hormuz diakui masih menjadi batu sandungan.

"Tim negosiasi Amerika dan Iran kini memiliki pemahaman yang lebih realistis satu sama lain," ujar Ghalibaf dalam siaran televisi pemerintah, seperti dikutip dari TRT World, Minggu, 19 April 2026.

Terlepas dari hal tersebut, Ghalibaf menggarisbawahi syarat mutlak dari Iran. Pihaknya menuntut jaminan pasti bahwa AS maupun entitas Zionis (Israel) tidak akan pernah lagi melancarkan perang terhadap negaranya di masa yanga akan datang.

Dalam negosiasi ini, Iran mengusulkan pendekatan "selangkah demi selangkah" di mana kedua belah pihak menjalankan komitmen secara timbal balik. Jika AS jujur memiliki niat baik, kata Ghalibaf, mereka harus meninggalkan kebiasaan lama yang bersifat mendikte secara sepihak.

Terkait konflik bersenjata baru-baru ini, Ghalibaf mengklaim bahwa Presiden AS Donald Trump meminta gencatan senjata lantaran Iran telah meraih kemenangan di medan perang. Ia menyebut Teheran telah sukses mengembangkan sistem pertahanan udaranya secara signifikan.

"Trump tidak mencapai tujuannya untuk mengganti rezim atau menghancurkan kemampuan ofensif dan rudal kami. Iran bukanlah Venezuela," tegasnya.

Ghalibaf menambahkan bahwa Teheran mau menerima gencatan senjata sementara hanya untuk memastikan musuh memenuhi tuntutan mereka. Ia memperingatkan bahwa militer Iran tetap dalam kondisi siaga tempur dan siap merespons keras jika pihak lawan kembali membuat kesalahan.

Baca juga:  Negosiasi AS-Iran Masih Berjalan, Qalibaf Soroti Isu Nuklir dan Selat Hormuz

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)