Ilustrasi Wall Street. Foto: Xinhua/Michael Nagle
Wall Street Kehilangan Momentum, Saham Cip Tertekan Jelang Putusan The Fed
Eko Nordiansyah • 28 July 2026 08:25
New York: Wall Street ditutup beragam pada perdagangan Senin, 27 Juli 2026 waktu setempat. Penguatan yang sempat terjadi di awal sesi memudar setelah saham-saham semikonduktor tertekan menyusul laporan mengenai kemajuan Tiongkok dalam mengembangkan rantai pasok cip domestik.
Dikutip dari Investing, Selasa, 28 Juli 2026, indeks S&P 500 ditutup relatif datar di level 7.414,11. Sementara itu, Nasdaq Composite turun 0,2 persen ke 24.932,08, sedangkan Dow Jones Industrial Average naik 0,5 persen menjadi 52.209,69.
Pada awal perdagangan, pasar sempat menguat didorong penurunan harga minyak mentah yang meredakan kekhawatiran inflasi. Namun, sentimen tersebut berbalik setelah muncul laporan Tiongkok mulai memproduksi mesin litografi deep ultraviolet (DUV) buatan dalam negeri.
Laporan The Information menyebut perusahaan yang didukung pemerintah di Shanghai telah memulai produksi massal mesin litografi DUV. Kabar itu menekan saham perusahaan semikonduktor global, termasuk ASML yang tercatat di bursa AS dan ditutup melemah 5,8 persen.
Wall Street juga masih dibayangi berbagai sentimen dari pekan sebelumnya, mulai dari konflik geopolitik di Timur Tengah, kekhawatiran terhadap besarnya belanja modal perusahaan teknologi untuk pengembangan kecerdasan buatan (AI), hingga ketegangan perdagangan setelah pemerintah AS memberlakukan tarif baru.
.jpg)
(Ilustrasi. Foto: Freepik)
Laporan keuangan emiten teknologi jadi sorotan
Fokus investor pekan ini tertuju pada laporan keuangan sejumlah emiten teknologi berkapitalisasi besar, seperti Apple, Microsoft, Amazon, dan Meta Platforms.Pelaku pasar akan mencermati perkembangan investasi AI, belanja modal, serta kemampuan perusahaan-perusahaan tersebut mempertahankan pertumbuhan laba di tengah valuasi saham yang masih tinggi.
"Musim laporan keuangan pekan ini menjadi yang paling penting pada musim panas karena lebih dari sepertiga emiten S&P 500 akan merilis kinerjanya. Investor akan menilai apakah belanja modal AI yang besar mampu menghasilkan pertumbuhan laba yang sepadan," kata Ekonom Senior Interactive Brokers José Torres.
Menurut Torres, perusahaan yang mampu menunjukkan kinerja solid di tengah besarnya investasi AI berpeluang memperoleh apresiasi pasar. Sebaliknya, emiten yang mencatatkan hasil di bawah ekspektasi berisiko mengalami tekanan.
Keputusan The Fed dinantikan
Selain musim laporan keuangan, perhatian investor juga tertuju pada hasil rapat kebijakan Federal Reserve yang akan diumumkan Rabu waktu setempat.Pasar secara luas memperkirakan bank sentral AS akan mempertahankan suku bunga acuannya. Meski demikian, investor akan mencermati pernyataan Ketua The Fed Kevin Warsh untuk mencari petunjuk mengenai prospek inflasi dan arah kebijakan moneter berikutnya.
"Dengan inflasi AS yang melambat menjadi 3,5 persen pada Juni dan meredanya ketegangan di Timur Tengah dalam jangka pendek, alasan untuk menaikkan suku bunga belum terlalu kuat. Namun, inflasi masih relatif tinggi dan gangguan di Selat Hormuz tetap menjadi faktor yang harus diperhatikan," ujar Orynbayev kepada Investing.
Selain keputusan The Fed, pasar juga akan menunggu rilis produk domestik bruto (PDB) AS kuartal II-2026 serta indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) Juni yang menjadi indikator inflasi pilihan bank sentral AS.