Harga Minyak Melonjak Nyaris 2% setelah Terpukul Mundur Berhari-hari

Ilustrasi. Foto: Freepik.

Harga Minyak Melonjak Nyaris 2% setelah Terpukul Mundur Berhari-hari

Husen Miftahudin • 28 May 2026 07:59

Houston: Harga minyak naik tajam pada perdagangan awal Asia pada Kamis setelah Amerika Serikat (AS) dilaporkan menyerang Iran untuk kedua kalinya minggu ini. Kenaikan ini terjadi di tengah meningkatnya keraguan atas kesepakatan perdamaian.
 
Ini menjadi kenaikan pertama setelah pada perdagangan sebelumnya terus mengalami penurunan tajam. Laporan menyebutkan Iran dapat membuka kembali Selat Hormuz untuk pelayaran komersial dalam 30 hari.
 
Mengutip Investing.com, Kamis, 28 Mei 2026, harga minyak Brent berjangka sebagai patokan harga minyak internasional untuk pengiriman Juli melonjak 1,9 persen menjadi USD96,03 per barel (satuan ukuran volume untuk minyak, setara dengan 159 liter).
 
Sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berjangka sebagai standar untuk penetapan harga minyak di AS untuk kontrak jual atau beli di masa depan, juga naik sebesar 1,9 persen menjadi USD90,36 per barel.
 

Baca juga: Negosiasi AS-Iran Bikin Harga Minyak Dunia Makin Turun


(Ilustrasi pergerakan harga minyak. Foto: dok ICDX)
 

AS serang situs militer Iran di Bandar Abbas

 
Tiga ledakan terdengar di Bandar Abbas, Iran, pada Kamis dini hari. Reuters melaporkan militer AS telah melakukan serangan baru terhadap situs militer Iran.
 
Serangan-serangan tersebut, yang merupakan serangan kedua oleh AS minggu ini, sekali lagi disajikan sebagai "pembelaan diri", dengan militer dilaporkan menyatakan gencatan senjata dengan Iran tetap berlaku.
 
Laporan tentang serangan tersebut muncul tak lama setelah Presiden AS Donald Trump menepis laporan Iran akan membuka kembali pelayaran komersial melalui Selat Hormuz dalam waktu satu bulan. Trump juga menolak gagasan Iran dan Oman bersama-sama mengendalikan Hormuz, dan kemudian mengisyaratkan ia belum puas dengan kesepakatan perdamaian dengan Iran.
 
Namun, komentar Trump mengindikasikan kesepakatan tersebut tidak sedekat yang diperkirakan pasar selama seminggu terakhir. Harga minyak mengalami penurunan tajam selama seminggu terakhir, dengan Brent anjlok di bawah USD100 per barel karena harapan akan pembukaan kembali Selat Hormuz.  
 
Meskipun para pejabat AS memberikan beberapa komentar optimis tentang negosiasi dengan Iran selama pekan lalu, kedua belah pihak masih berselisih mengenai aktivitas nuklir Teheran dan Selat Hormuz.
 
Laporan selama seminggu terakhir menunjukkan arus kapal yang terus mengalir melalui Hormuz. Namun, arus tersebut masih jauh di bawah tingkat sebelum perang, dengan penutupan Hormuz yang terus mengganggu sekitar seperlima pasokan minyak global.

(Husen Miftahudin)