Museum Nasional Jadi Ruang Interaktif Orang Tua dan Anak

Pengunjung melihat koleksi barang bersejarah di Museum Nasional. Foto: Metro TV/Alvi.

Museum Nasional Jadi Ruang Interaktif Orang Tua dan Anak

Muhammad Alvi Randa • 28 May 2026 16:20

Jakarta: Museum Nasional kini bertransformasi menjadi destinasi favorit keluarga untuk menciptakan momen kebersamaan pada libur Iduladha 1447 Hijriah. Tata letak pameran yang baru sukses menyediakan ruang interaktif bagi orang tua dan anak untuk saling berkomunikasi sambil belajar sejarah.

Pesona wisata edukasi ini bahkan memancing minat keluarga asal Kota Bandung untuk sengaja menghabiskan waktu rekreasi di ibu kota. Salah satu pengunjung, Dian secara khusus membawa buah hati mereka mengeksplorasi ragam artefak yang kini tertata modern.

"Kalau dahulu gambaran museum itu cuma tempat menyimpan barang yang gelap, ternyata sekarang ruangannya jauh lebih terang dan penataannya sangat bagus," ujar Dian pada Metrotvnews.com di Museum Nasional, Jakarta, Kamis, 28 Mei 2026.

Kehadiran fasilitas canggih seperti ruang imersif terbukti efektif menstimulasi nalar kritis anak-anak saat mengamati berbagai koleksi purbakala. Suasana pameran yang terang  memicu interaksi dua arah ketika anak aktif melontarkan pertanyaan kepada orang tuanya.

"Anak saya saat ini menjadi lebih peduli dengan sekitarnya dan sangat bersemangat menanyakan banyak hal tentang barang-barang pameran," ungkap Dian.

Pengunjung melihat koleksi barang bersejarah di Museum Nasional. Foto: Metro TV/Alvi.

Wisata edukasi ini rupanya tidak hanya menstimulasi rasa ingin tahu anak, melainkan turut menjadi wadah nostalgia bermakna bagi para orang tua. Pengunjung senior kini berkesempatan memperlihatkan wujud asli artefak bersejarah kepada anak-anak mereka secara langsung.

"Saya pribadi sangat penasaran ingin melihat bentuk asli peninggalan sejarah yang gambarnya selalu ada di dalam buku pelajaran zaman saya kecil dahulu. ini menjadi pengalaman liburan yang sangat berkesan bagi kami," ujar dian. 

Museum Sejarah destinasi sejarah tidak lagi membosankan, melainkan telah berevolusi menjadi ruang interaksi keluarga yang sangat memikat. Tren pariwisata edukatif berbasis teknologi ini diharapkan mampu mendongkrak minat masyarakat luas untuk terus meramaikan berbagai museum di Indonesia. 

(Anggi Tondi)