Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. Foto: Dok Kemenkeu
Hadapi Kendala Investasi, Purbaya Ajak Investor Manfaatkan Satgas Debottlenecking
Eko Nordiansyah • 27 June 2026 13:26
Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan komitmen pemerintah dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif melalui penguatan peran Satuan Tugas (Satgas) Debottlenecking. Satgas tersebut dibentuk untuk mempercepat penyelesaian berbagai hambatan yang dihadapi investor dalam merealisasikan investasi di Indonesia.
Dalam pertemuan dengan pelaku usaha, termasuk investor asal Korea Selatan yang tergabung dalam Korean Chamber of Commerce and Industry in Indonesia (Kocham Indonesia), ia menyampaikan, pemerintah terus memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga guna mengatasi berbagai persoalan regulasi maupun operasional yang berpotensi menghambat investasi.
"Kami memperkuat koordinasi lintas instansi pemerintah untuk menyelesaikan berbagai persoalan regulasi dan operasional yang dapat memengaruhi pelaksanaan proyek investasi," ujar Menkeu dalam paparannya di hadapan Kocham Indonesia, dikutip Sabtu, 27 Juni 2026.
Purbaya menjelaskan bahwa seluruh pelaku usaha memiliki akses yang sama untuk menyampaikan kendala yang dihadapi kepada Satgas Debottlenecking. Mekanisme tersebut terbuka bagi seluruh investor yang membutuhkan dukungan pemerintah dalam menyelesaikan hambatan investasi.
"Pada dasarnya setiap pelaku usaha dapat melaporkan masalahnya kepada Satgas Debottlenecking. Mekanisme ini terbuka untuk semua pihak. Jika masih ada hambatan dan belum dilaporkan kepada satgas, maka kesempatan penyelesaiannya belum dimanfaatkan secara optimal," katanya.

(Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam pertemuan dengan Korean Chamber of Commerce and Industry in Indonesia (Kocham Indonesia). Foto: Dok Kemenkeu)
Ia memastikan pemerintah akan segera menindaklanjuti setiap laporan yang masuk. Untuk menjamin efektivitas penyelesaian masalah, Satgas Debottlenecking menggelar rapat penanganan secara rutin setiap minggu.
"Setiap pekan kami melakukan pembahasan dan penanganan berbagai persoalan yang dilaporkan investor. Permasalahan yang masuk akan kami selesaikan secepat mungkin," ujar dia.
Lebih lanjut, Purbaya mengungkapkan, Presiden Prabowo Subianto turut memantau secara langsung proses penanganan berbagai hambatan investasi yang dibahas dalam Satgas Debottlenecking. Dengan pengawasan tersebut, seluruh keputusan yang dihasilkan satgas harus dijalankan oleh kementerian, lembaga, maupun pemerintah daerah terkait.
"Proses ini dipantau langsung oleh Presiden sehingga setiap keputusan yang telah ditetapkan harus dilaksanakan," tegasnya.
Sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam menjaga kepastian investasi, Purbaya menegaskan akan mengambil langkah tegas terhadap instansi yang tidak menjalankan keputusan Satgas Debottlenecking. Pemerintah ingin memberikan kepastian berusaha bagi investor sekaligus memastikan berbagai hambatan investasi dapat diselesaikan secara cepat, terkoordinasi, dan efektif.
Indonesia jadi destinasi investasi yang menarik
Pada kesempatan yang sama, Purbaya juga mengajak para investor untuk semakin percaya diri menanamkan modal di Indonesia. Menurutnya, kondisi perekonomian nasional saat ini menunjukkan kinerja yang solid dengan dukungan fundamental ekonomi yang kuat serta pertumbuhan ekonomi yang tetap terjaga di tengah dinamika perekonomian global.Ia menegaskan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara yang menawarkan prospek investasi yang menjanjikan. Stabilitas ekonomi makro, daya tahan sektor keuangan, serta berbagai reformasi kebijakan yang terus dilakukan pemerintah menjadi faktor penting yang memperkuat daya tarik Indonesia di mata investor domestik maupun asing.
"Untuk itu, Indonesia adalah negara yang tepat untuk berinvestasi. Anda jangan ragu untuk menempatkan investasi di Indonesia karena fundamental ekonomi Indonesia sangat baik, demikian juga dengan pertumbuhan ekonomi yang sangat baik di level 5,61 persen," katanya.
Pemerintah akan terus menjaga stabilitas ekonomi dan memperkuat iklim investasi melalui berbagai kebijakan yang mendukung dunia usaha. Selain itu, koordinasi lintas kementerian dan lembaga juga terus diperkuat guna mempercepat realisasi investasi dan mengatasi berbagai hambatan yang dihadapi investor.
Dengan berbagai indikator ekonomi yang positif, pemerintah optimistis Indonesia akan tetap menjadi salah satu tujuan investasi utama di kawasan sekaligus mampu mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi dalam jangka menengah dan panjang.