Ilustrasi Pexels
Hasil TKA SMA Jadi Sinyal bagi Sekolah, Pembelajaran Tak Bisa Hafalan Saja
Muhamad Marup • 18 May 2026 23:41
Jakarta: Hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) SMA mulai memunculkan gambaran yang lebih nyata tentang kualitas pembelajaran di sekolah. Ketika nilai rata-rata nasional untuk Matematika hanya mencapai 36,10 dan Bahasa Inggris 24,93, banyak guru dan sekolah mulai melihat TKA bukan sekadar angka, melainkan alarm bahwa cara belajar di kelas perlu dibenahi.
"Masih banyak pembelajaran yang hanya berisi rumus dan latihan soal berulang. Anak akhirnya terbiasa menghafal cara cepat, tetapi tidak benar-benar memahami konsep," ujar Ketua Umum Organisasi Pendidikan Guru Matematika Nusantara, Moch. Fatkoer Rohman, Senin 18 Mei 2026.
Data TKA kini memberi sekolah cermin untuk melihat kemampuan siswa secara lebih objektif. Dari sana, sekolah dapat mengetahui mata pelajaran mana yang sudah kuat dan mana yang masih tertinggal.
"Sekaligus mengevaluasi apakah metode belajar selama ini benar-benar membantu siswa memahami konsep atau hanya mengejar hafalan," ucapnya.
Fatkoer, menilai rendahnya capaian matematika menunjukkan bahwa pola pembelajaran di banyak sekolah masih belum menyentuh kemampuan berpikir siswa. Menurutnya, kondisi ini membuat siswa kesulitan ketika menghadapi soal yang membutuhkan logika, analisis, dan penalaran.
"Padahal, kemampuan itulah yang diukur dalam TKA," jelasnya.
Ia mencontohkan, masih ditemukannya siswa SMA yang mengandalkan hitungan jari untuk operasi dasar menjadi tanda bahwa persoalan pemahaman konsep sebenarnya sudah terjadi sejak jenjang awal dan terus terbawa hingga tingkat menengah.
"Kalau fondasi numerasinya tidak kuat sejak SD, dampaknya akan terus terbawa. Di SMA akhirnya siswa kesulitan memahami materi yang lebih kompleks," katanya.
Fatkoer menegaskan, TKA seharusnya tidak direspons dengan memperbanyak drilling soal semata. Ia mengingatkan, fokus utama tetap harus pada perubahan proses belajar di kelas.
"TKA itu alat ukur, bukan tujuan akhir. Yang perlu dibenahi adalah proses pembelajarannya. Siswa harus diajak berpikir, berdiskusi, mencoba, dan menemukan konsep, bukan hanya menghafal jawaban," terangnya.
Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMP. Foto: Kemendikdasmen.
Pandangan serupa disampaikan Wakil Kepala Sekolah SMAN 1 Surabaya, Iva Afiati Rahma. Menurutnya, hasil TKA membantu sekolah membaca kondisi pembelajaran secara lebih terukur karena data capaian siswa dapat dibandingkan dengan rata-rata nasional."Dari hasil TKA, kami bisa melihat mata pelajaran mana yang perlu perhatian lebih serius. Ini membantu guru melakukan evaluasi yang lebih objektif dan berbasis data," tuturnya.