Bolivia Tetapkan Status Darurat di Tengah Gelombang Protes Anti-Pemerintah

Presiden Bolivia Rodrigo Paz. (Anadolu Agency)

Bolivia Tetapkan Status Darurat di Tengah Gelombang Protes Anti-Pemerintah

Willy Haryono • 20 June 2026 18:33

La Paz: Presiden Bolivia Rodrigo Paz menetapkan status darurat setelah gelombang protes anti-pemerintah dan blokade jalan yang berlangsung selama beberapa pekan berkembang menjadi krisis politik yang lebih luas.

Dikutip dari Yeni Safak, Sabtu, 20 Juni 2026 aksi protes yang didukung serikat pekerja dan kelompok petani menuntut pengunduran diri Paz di tengah meningkatnya biaya hidup dan tekanan ekonomi yang dihadapi masyarakat.

Blokade jalan yang berlangsung selama sekitar 50 hari terakhir telah menyebabkan gangguan serius terhadap distribusi barang dan aktivitas ekonomi di berbagai wilayah negara tersebut.

Kelangkaan pangan, bahan bakar, dan pasokan medis dilaporkan terjadi di sejumlah daerah akibat terhambatnya jalur transportasi utama.

Dalam pidato yang disiarkan secara nasional, Paz mengatakan pemerintah memutuskan memberlakukan keadaan darurat guna memulihkan akses terhadap jaringan jalan yang terputus akibat aksi blokade.

“Rakyat Bolivia tidak bisa terus menjadi sandera blokade yang menghalangi mereka untuk bekerja, belajar, mendapatkan layanan kesehatan, memperoleh kebutuhan pokok, dan membawa nafkah bagi keluarga mereka,” kata Paz.

Pemerintah menilai langkah tersebut diperlukan untuk menjamin kelancaran distribusi barang dan menjaga stabilitas nasional di tengah memburuknya situasi.

Deklarasi status darurat juga membuka jalan bagi pengerahan militer untuk membantu memulihkan ketertiban dan mengamankan jalur transportasi di seluruh negeri.

Baca juga:  Menhan Bolivia Mundur di Tengah Gelombang Protes Nasional

(Willy Haryono)