Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi. Foto: dok OJK.
Pecut Kredit UMKM di Tengah Gejolak Global, OJK Minta Dukungan Lintas Lembaga
Husen Miftahudin • 3 September 2026 10:27
Jakarta: Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi menyoroti pertumbuhan kredit UMKM yang diakuinya masih belum sesuai harapan. Menurut dia, diperlukan dukungan berbagai pihak agar pembiayaan bagi UMKM dapat terus meningkat.
Friderica mengatakan pertumbuhan kredit UMKM pada awal tahun masih berada di zona negatif. Namun, kondisi tersebut mulai membaik dengan pertumbuhan yang kini mencapai sekitar satu persen.
Menurut dia, perkembangan tersebut menjadi sinyal positif, tetapi masih diperlukan keberpihakan dan dukungan dari berbagai pihak untuk menjaga pertumbuhan UMKM.
"Ada harapan baru di angka satu persen. Ada harapan bahwa ini harus dibutuhkan keberpihakan kita, sektor jasa keuangan, lintas kementerian/lembaga, harus terus mendukung agar UMKM itu terus bertumbuh," ucap Friderica dalam acara Sarasehan 100 Ekonom Indonesia yang diselenggarakan Metro TV di Grand Ballroom Hotel Kempinski, Jakarta, Kamis, 3 September 2026.
Ia menilai koordinasi lintas kementerian dan lembaga bersama sektor jasa keuangan penting untuk memperkuat akses pembiayaan dan mendorong pertumbuhan UMKM.
Di sisi lain, Friderica menilai kondisi sektor jasa keuangan Indonesia secara umum masih cukup sehat. Hal itu tercermin dari sejumlah indikator, termasuk rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) serta indikator likuiditas.
Kondisi tersebut menjadi salah satu dasar bagi OJK untuk tetap optimistis terhadap kemampuan sektor jasa keuangan dalam mendukung perekonomian nasional.
"Ini memang kalau kita melihat sebenarnya sektor jasa keuangan kita, dengan CAR sangat sehat, kemudian AL/DPK juga, kemudian berbagai indikator lainnya, sebenarnya kita cukup optimistis," kata dia.

(UMKM. Foto: dok Metrotvnews.com)
OJK dorong kredit demi akselerasi ekonomi
Meski sejumlah indikator perbankan menunjukkan pertumbuhan positif, Friderica mengatakan masih terdapat tantangan dalam memastikan peningkatan kredit memberikan dampak yang lebih besar terhadap perekonomian dan masyarakat.
Menurut dia, pertumbuhan intermediasi perlu diarahkan untuk mendorong aktivitas ekonomi sekaligus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
"Namun memang pertanyaannya adalah bagaimana kemudian ini bisa menumbuhkan kredit yang kemudian mengakselerasi pertumbuhan ekonomi yang bisa bermanfaat buat masyarakat," kata Friderica.
Friderica juga mengajak para ekonom yang hadir dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia untuk melihat berbagai tantangan ekonomi secara bijak. Ia mendorong seluruh pihak tetap membangun optimisme di tengah keterbatasan dan gejolak ekonomi global.
"Ini memang tidak hanya dihadapi oleh Indonesia, tapi juga dihadapi oleh seluruh negara di dunia dengan adanya gejolak geopolitik, kemudian menyebabkan harga minyak (melonjak) dan lain-lain," papar dia.
Karena itu, tantangan rambatan geopolitik terhadap perekonomian Indonesia mesti disikapi secara bijak dan prudent. Mengingat sejumlah indikator perekonomian Indonesia yang menunjukkan perbaikan.