Ilustrasi ekonomi. Foto: Unsplash.com/Sasun Bughdaryan.
Tren Pembiayaan Barang Mewah jadi Solusi Likuiditas Kelas Atas
Fachri Audhia Hafiez • 19 September 2026 09:01
Jakarta: Pembiayaan berbasis barang mewah (luxury asset financing) kini menjadi tren alternatif di industri keuangan nonbank. Hal ini memungkinkan para pemilik aset bernilai tinggi memperoleh likuiditas tanpa harus menjual barang koleksi mereka.
"Kami melihat ada dimensi nilai finansial di dalam aset mewah yang selama ini hanya diidentikkan dengan gaya hidup," ujar Founder Luxpawn, Sandy Soetjianto, saat meresmikan lounge operasional kedua di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Jumat, 18 September 2026.
Sandy menjelaskan, ekspansi ke pusat bisnis Ibu Kota ini bertujuan untuk menggarap pasar pembiayaan nontradisional. Melalui mekanisme penjaminan ini, barang-barang premium seperti jam tangan mewah, perhiasan, hingga kendaraan kelas atas dapat dijadikan jaminan utang untuk memenuhi kebutuhan dana jangka pendek.
"Pembiayaan ini menjadi instrumen untuk mengoptimalkan nilai tersebut," ujar Sandy.

Perusahaan luxury asset Luxpawn. Foto: Dok. Istimewa.
Guna menekan risiko deviasi nilai serta mengantisipasi barang palsu, skema pembiayaan ini mengandalkan proses penilaian khusus (curated valuation). Sekaligus, memverifikasi keaslian ketat berdasarkan kondisi pasar serta rekam jejak kepemilikan (provenance).
Selain itu, jaminan privasi konsumen serta sistem penyimpanan aset yang aman menjadi prioritas utama dalam operasional bisnis pembiayaan privat tersebut. Kehadiran fasilitas baru di kawasan SCBD ini kian memperbanyak pilihan instrumen likuiditas bagi segmen pasar kelas atas di Jakarta.