Timwas Haji DPR Tiba Di Saudi, Cek Kendala Akomodasi

Ilustrasi haji. Foto: Dok. Metrotvnews.com.

Timwas Haji DPR Tiba Di Saudi, Cek Kendala Akomodasi

Fachri Audhia Hafiez • 19 May 2026 10:50

Jakarta: Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR resmi mendarat di Arab Saudi untuk mengawal jalannya penyelenggaraan Ibadah Haji 1447 Hijriah/2026. Kehadiran tim parlemen ini bertujuan untuk menyisir kesiapan fasilitas serta memastikan seluruh jemaah reguler asal Indonesia mendapatkan pelayanan prima menjelang fase puncak rukun haji.

“Akomodasi hotel di Madinah relatif lebih bagus dan hari ini DPR RI akan mulai melakukan pengawasan,” kata anggota Timwas Haji DPR, Maman Imanulhaq, dikutip melalui keterangan tertulis, Selasa, 19 Mei 2026.
 


Maman membeberkan bahwa gelombang pergerakan jemaah haji Indonesia saat ini sudah mulai bergeser secara masif meninggalkan Madinah untuk berkonsentrasi di Makkah Al-Mukarramah. Mobilisasi ini dilakukan sebagai langkah persiapan dini sebelum para jemaah memasuki fase krusial di kawasan Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

“Jemaah Haji Indonesia dari Madinah sekarang sudah berada di Makkah Al-Mukarramah. Kecuali ada beberapa jemaah yang masih dirawat di rumah sakit di Madinah,” jelas legislator dari Fraksi PKB tersebut.

Setibanya di Makkah, Timwas Haji DPR menjadwalkan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pemondokan jemaah yang dilaporkan sempat didera kendala teknis. Salah satu titik fokus pemantauan adalah penginapan jemaah di wilayah Aziziyah yang dikeluhkan terkait aspek aksesibilitas transportasi.

“Pertama di Hotel Al-Hidayah di kawasan Aziziyah di mana ada beberapa pelaporan tentang ketidaknyamanan jemaah haji untuk layanan akomodasinya. Mungkin karena jaraknya agak jauh, dan tidak tersedia layanan bis secara kontinu. Kami banyak mendapat masukan terkait hal ini,” ungkap Maman.

Kendati ada catatan di Makkah, Timwas memberikan apresiasi tinggi terhadap performa pelayanan di Madinah. Penilaian objektif menunjukkan adanya peningkatan standardisasi pemondokan yang signifikan dibandingkan dengan musim haji tahun lalu.

“Pelayanan di Madinah lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya, di mana Kementerian Haji dan Umrah mampu untuk menyediakan layanan, akomodasi hotel yang lebih baik. Bahkan ada beberapa hotel bintang 4 dan 5 di sini bisa dipergunakan oleh jemaah haji reguler. Ini sebuah prestasi,” sambung Maman.


Ilustrasi haji. Foto: Dok. Istimewa.

Selain mengecek fasilitas fisik, Timwas Haji DPR juga terus memperbarui data terkait tingkat mortalitas jemaah di tanah suci. Berdasarkan laporan resmi per 18 Mei 2026, kurva angka kematian jemaah Indonesia tahun ini mencatatkan penurunan yang cukup drastis.

“Sampai hari Senin, 18 Mei 2026,, yang meninggal dunia baru 40 orang, jauh lebih baik daripada di tahun yang lalu ada 105 orang di hari yang sama,” ucap Anggota Komisi VIII DPR itu.

Parlemen terus mengingatkan jemaah untuk waspada mengingat fluktuasi cuaca panas ekstrem di Arab Saudi saat ini menembus angka 47°C. Jemaah diimbau tidak menguras energi pada ibadah sunah demi menjaga fisik saat wukuf di Padang Arafah pada 9 Zulhijah mendatang.

“Jemaah diimbau untuk mengatur strategi agar puncak hajinya betul-betul dalam kondisi baik. Tidak memforsir ibadah sebelum puncak tanggal 9 Zulhijah. Jemaah diedukasi untuk menjaga diri dari panas. Termasuk juga untuk mempersiapkan obat-obatan, seperti spray atau obat semprot yang biasa dipakai jemaah dengan diisi dengan air zam-zam yang bisa juga menjaga kulit,” tutur Maman.

Timwas menegaskan komitmennya untuk melakukan pengawasan berlapis secara berkala demi menjamin keselamatan dan kenyamanan para tamu Allah hingga masa kepulangan ke tanah air.

“Kami akan laporkan kepada masyarakat apa saja hasil pengawasan DPR dan evaluasi yang perlu dilakukan agar kualitas pelayanan ibadah Haji semakin baik,” kata Maman.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)